Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja negatif yang signifikan pada perdagangan Kamis (24/9/2026).
Pasar modal domestik tertekan hebat setelah investor asing melakukan aksi jual bersih atau net sell dalam skala besar.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai net sell investor asing mencapai Rp 1,49 triliun di seluruh pasar.
Akibat tekanan jual tersebut, IHSG ditutup merosot 76,30 poin atau terkoreksi 1,20% ke level 6.298,60.
Sepanjang sesi perdagangan hari ini, indeks bergerak konsisten di zona merah tanpa sekalipun menyentuh area positif.
IHSG sempat menyentuh level terendah di angka 6.287, sementara posisi tertingginya hanya mencapai 6.368.
Sentimen negatif ini berdampak luas terhadap seluruh indeks sektoral yang ada di Bursa Efek Indonesia.
Sektor Barang Baku memimpin pelemahan dengan koreksi terdalam mencapai 2,17%.
Sektor Perindustrian menyusul dengan penurunan sebesar 2,09% dan sektor Properti serta Real Estate melemah 1,66%.
Tekanan juga melanda sektor Keuangan yang turun 1,32% serta sektor Barang Konsumer Non-Primer sebesar 1,28%.
Sektor Teknologi mencatatkan pelemahan 1,40%, diikuti oleh Infrastruktur 1,14%, dan Kesehatan 1,10%.
Sektor Transportasi dan Logistik terkoreksi 0,84%, Energi 0,62%, dan Barang Konsumer Primer 0,36%.
Aktivitas perdagangan terpantau cukup padat dengan total volume transaksi mencapai 29,03 miliar saham.
Nilai transaksi harian yang dicatatkan di bursa mencapai Rp 10,82 triliun hingga penutupan sesi.
Dominasi tekanan jual terlihat jelas dari pergerakan harga saham emiten-emiten yang melantai di bursa.
Sebanyak 462 saham mengalami pelemahan harga saat penutupan pasar hari ini.
Sementara itu, hanya 188 saham yang mampu menguat dan 144 saham lainnya stagnan.
Aksi lepas saham oleh investor asing terfokus pada sejumlah emiten berkapitalisasi pasar besar.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan net sell asing terbesar dengan nilai Rp 531,94 miliar.
Peringkat kedua ditempati PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan nilai jual bersih Rp 133,24 miliar.
Selanjutnya, investor asing melepas saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) senilai Rp 84,61 miliar.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan net sell sebesar Rp 51,65 miliar dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sebesar Rp 39,7 miliar.
Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga dilepas asing dengan nilai Rp 32,6 miliar.
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatatkan angka Rp 32,03 miliar, disusul PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar Rp 24,71 miliar.
Daftar sepuluh besar saham dengan net sell asing ditutup oleh PT Indosat Tbk (ISAT) sebesar Rp 24,02 miliar dan PT Indika Energy Tbk (INDY) sebesar Rp 17,52 miliar, sebagaimana dikutip dari data RTI Business pada Kamis (24/9/2026).










