Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan Selasa (29/9/2026) dengan koreksi tipis sebesar 26,15 poin atau 0,43% ke level 6.121,70.
Data pasar mencatat tekanan jual yang cukup dominan dengan 373 saham mengalami pelemahan, sementara 303 saham berhasil mencatatkan kenaikan dan 118 saham lainnya ditutup stagnan.
Di tengah fluktuasi pasar tersebut, para pelaku pasar kini mulai memetakan strategi untuk perdagangan esok hari, Rabu (30/9/2026), dengan memperhatikan sejumlah rekomendasi teknikal dari para analis sekuritas.
Saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menjadi salah satu perhatian utama setelah ditutup melemah 2,34% ke level Rp 1.460 per saham pada perdagangan hari ini.
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menyatakan bahwa saat ini MEDC masih bergerak dalam fase sideways pada rentang harga Rp 1.440 hingga Rp 1.500.
“Indikator MACD menunjukkan pelemahan tren, sejalan dengan RSI yang bergerak turun,” ujar Oktavianus Audi.
Pihaknya memberikan rekomendasi speculative buy untuk saham ini dengan catatan investor dapat melakukan averaging up jika harga berhasil menembus level breakout di Rp 1.500, dengan target harga menuju resistance di Rp 1.590.
Sebagai langkah antisipasi risiko, ia menyarankan pelaku pasar untuk membatasi kerugian jika harga saham mengalami breakdown ke bawah level support Rp 1.400.
Berbeda dengan sektor energi, saham PT United Tractors Tbk (UNTR) menunjukkan performa positif dengan penguatan 3,28% ke level Rp 25.175 per saham pada sesi penutupan hari ini.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai bahwa pergerakan harga UNTR saat ini tengah membentuk fase bullish consolidation.
“Hal ini didukung oleh indikator Stochastics K_D yang menunjukkan sinyal positif,” kata Nafan Aji Gusta.
Ia menambahkan bahwa RSI saham tersebut berpotensi membentuk pola golden cross yang dibarengi dengan peningkatan volume perdagangan.
Atas dasar teknikal tersebut, investor disarankan untuk melakukan akumulasi pembelian atau add pada saham UNTR dengan level support di Rp 24.150 dan target resistance pada posisi Rp 26.975.
Sementara itu, saham emiten semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) juga mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,81% ke harga Rp 5.000 per saham.
Head of Online Trading BCA Sekuritas, Achmad Yaki, menjelaskan bahwa pergerakan INTP dipengaruhi oleh munculnya pola hammer candle pada grafik teknikal.
“Indikator RSI menunjukkan penguatan dan Stochastic telah membentuk golden cross, meskipun volume perdagangan cenderung menurun,” jelas Achmad Yaki.
Ia merekomendasikan strategi trading buy untuk INTP dengan menetapkan level support di Rp 4.910 dan menargetkan resistance di posisi Rp 5.350 bagi para investor yang ingin memanfaatkan momentum jangka pendek.










