Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (25/9/2026), dengan pelemahan signifikan.
Indeks utama bursa domestik tersebut tercatat merosot 0,9 persen atau kehilangan 56 poin.
Posisi indeks berakhir di level 6.241,89 saat bel penutupan dibunyikan.
Tren negatif ini tidak hanya terjadi pada perdagangan hari ini saja.
Dalam kurun waktu satu pekan terakhir, IHSG telah terakumulasi terkoreksi sebesar 3,09 persen.
Tekanan jual yang masif menjadi faktor utama di balik pelemahan pasar modal nasional.
Sepanjang sesi perdagangan hari ini, IHSG konsisten bergerak di zona merah.
Indeks sempat menyentuh level terendah di posisi 6.231.
Sementara itu, level tertinggi yang mampu dicapai indeks hanya berada di angka 6.328.
Sentimen negatif mendominasi pergerakan emiten di lantai bursa.
Terdapat sebanyak 558 saham yang mengalami pelemahan harga.
Sebaliknya, jumlah saham yang mampu menguat hanya mencapai 118 emiten.
Sisanya, sebanyak 117 saham terpantau stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.
Aksi lepas saham oleh investor asing menjadi pemicu utama tekanan pada IHSG.
Pada perdagangan hari ini, asing mencatatkan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp 559,07 miliar di seluruh pasar.
Volume penjualan oleh investor asing ini semakin memperburuk akumulasi mingguan.
Secara total, akumulasi net sell asing dalam sepekan terakhir telah menembus angka Rp 4,39 triliun.
Besarnya arus keluar modal asing menunjukkan adanya sentimen risk-off di kalangan investor institusi global.
Dominasi sektor perbankan dan telekomunikasi dalam daftar jual asing memperjelas arah pergerakan dana keluar.
Berikut adalah daftar 10 saham dengan nilai net sell asing terbesar pada perdagangan hari ini:
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) memimpin daftar dengan nilai jual bersih mencapai Rp 116,94 miliar.
Disusul oleh PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dengan nilai Rp 113,82 miliar.
Selanjutnya, saham perbankan berkapitalisasi besar juga menjadi sasaran aksi jual.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan net sell sebesar Rp 71,02 miliar.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menyusul dengan nilai Rp 62,8 miliar.
PT Astra International Tbk (ASII) turut dilepas asing dengan nilai Rp 49,87 miliar.
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mengalami net sell sebesar Rp 37,82 miliar.
Saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) mencatatkan angka Rp 33,04 miliar.
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) berada di urutan berikutnya dengan Rp 26,92 miliar.
PT Indosat Tbk (ISAT) mencatatkan nilai jual asing Rp 25,06 miliar.
Terakhir, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melengkapi daftar dengan nilai Rp 18,68 miliar.
Kondisi pasar yang penuh tekanan ini mencerminkan kewaspadaan investor terhadap dinamika ekonomi terkini.
Para analis memantau ketat apakah tren pelepasan aset oleh investor asing ini akan berlanjut pada pekan depan.
Stabilitas IHSG di atas level psikologis 6.200 menjadi perhatian utama pelaku pasar dalam jangka pendek.
Hingga saat ini, belum ada katalis positif yang cukup kuat untuk menahan laju penurunan indeks.









