Jakarta – PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) akhirnya memberikan penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait rencana kemitraan strategis dan usaha patungan dengan PT Republik Media Anak Bangsa (RMAB).
Langkah ini dilakukan sebagai respons atas surat permintaan klarifikasi dari BEI bernomor S-12141/BEI.PP2/09-2026 yang diterima perseroan pada 18 September lalu.
Dalam keterbukaan informasi, MNCN mengonfirmasi bahwa kesepakatan definitif antara kedua belah pihak telah diteken pada 14 September 2026.
“Pada Hari Senin, Tanggal 14 September 2026, perseroan telah menandatangani perjanjian kerja sama strategis dan perjanjian usaha patungan dengan PT Republik Media Anak Bangsa (RMAB). Kedua perjanjian tersebut bersifat mengikat (definitif) dan bukan merupakan nota kesepahaman atau perjanjian pendahuluan,” ujar Corporate Secretary MNCN, Cahyarina A Asri, seperti dikutip dari Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia, Senin (21/9/2026).
Meski perjanjian telah ditandatangani, MNCN menegaskan bahwa transaksi tersebut belum mencapai tahap penyelesaian atau closing.
Saat ini, proses transaksi masih menunggu pemenuhan sejumlah persyaratan pendahuluan atau conditions precedent.
Kemitraan ini berfokus pada integrasi bisnis media berita dan olahraga, baik di platform konvensional maupun digital.
Kerja sama tersebut mencakup ekosistem PT iNews Media Network (IMG), yang menaungi iNews TV, portofolio radio, hingga berbagai portal berita digital seperti Okezone.com dan Sindonews.com.
Selain itu, IDX Channel yang berfokus pada informasi pasar modal dan ekonomi juga menjadi bagian dari ekosistem yang dikerjasamakan.
Dalam aksi korporasi ini, MNCN menggandeng RMAB serta PT Sinergi Terang Abadi (STA) untuk memperkuat distribusi konten lintas platform.
Perseroan memastikan bahwa tidak ada hubungan afiliasi antara MNCN dengan RMAB, Republikorp Group, maupun STA.
Transaksi ini ditegaskan telah mengedepankan prinsip kewajaran atau arm’s length demi menjaga kepentingan pemegang saham.
MNCN juga mengklasifikasikan bahwa transaksi ini bukan merupakan transaksi material yang memerlukan prosedur perubahan kegiatan usaha utama.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, nilai transaksi tersebut dipastikan berada di bawah 20% dari total ekuitas perseroan yang mencapai Rp23,455 triliun.
Kontribusi IMG beserta entitas anaknya terhadap total pendapatan MNCN tercatat sebesar 3,99%.
Sementara itu, kontribusi terhadap laba bersih mencapai 1,03%, dengan porsi aset sebesar 8,84% dan liabilitas 19,94%.
“Dengan proporsi kontribusi tersebut, perseroan meyakini transaksi ini tidak berdampak negatif terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan,” tambah Cahyarina dalam dokumen keterbukaan informasi tersebut.
Mengenai penggunaan dana hasil transaksi, MNCN menyatakan akan mengalokasikannya untuk mendukung pengembangan usaha digital.
Rencana penggunaan dana ini diklaim sejalan dengan strategi yang telah dipaparkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 25 Juni 2026.
Saat ini, para pihak tengah menuntaskan conditions precedent, termasuk persetujuan korporasi dan legalisasi akta notariil.
Manajemen MNCN optimistis seluruh proses akan rampung sesuai jadwal yang ditentukan.
“Hingga saat ini, seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, dan Perseroan menargetkan penyelesaian transaksi pada akhir bulan September 2026,” tutup Cahyarina dikutip dari sumber resmi Bursa Efek Indonesia.









