Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan tren positif pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (21/8/2026), dengan kenaikan sebesar 23,93 poin atau 0,37% ke posisi 6.525,69.

Pencapaian indeks tersebut berjalan beriringan dengan kinerja mata uang Rupiah yang juga mengalami apresiasi sebesar 0,31%, sehingga bertengger di level Rp17.685 per dolar AS.

Kenaikan ini dinilai sebagai sinyal kuat terjadinya pembalikan arah atau reversal pada pasar modal domestik.

Founder WH-Project, William Hartanto, menyatakan bahwa secara teknikal posisi indeks saat ini telah menjauh dari level resistance 6.400 yang kini beralih fungsi menjadi support.

“Penutupan di 6.525 mengonfirmasi reversal karena semakin jauh dari level resistance 6.400 yang kini sudah menjadi support dan mengonfirmasi pola ascending triangle,” kata William, Minggu (23/8/2026).

Meskipun saat ini IHSG berada dalam tren penguatan atau uptrend, para investor tetap diminta untuk waspada terhadap potensi koreksi pasar.

William memprediksi bahwa peluang aksi ambil untung atau profit taking masih terbuka lebar pada perdagangan pekan depan.

“IHSG sudah dalam kondisi uptrend, tetapi koreksi sewaktu-waktu tetap bisa terjadi. Pekan depan juga merupakan pekan pendek, jadi ada peluang profit taking dan pengujian level psikologis 6.500,” tambahnya.

Sentimen positif juga datang dari data ekonomi makro domestik yang menunjukkan pertumbuhan kredit mencapai 13% secara tahunan (YoY) pada Juli 2026.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menyebut bahwa data tersebut menjadi katalis yang menopang optimisme pelaku pasar.

“IHSG masih bertahan di atas level pivot 6.500, sehingga peluang penguatan tetap terbuka,” ujar Alrich.

Menurut Alrich, meskipun pertumbuhan uang beredar M2 melambat menjadi 8,3% secara tahunan, namun kuatnya ekspansi kredit memberikan dorongan bagi optimisme pasar saham.

Untuk perdagangan awal pekan pada Senin (24/8/2026), IHSG diproyeksikan akan bergerak variatif atau mixed.

William memproyeksikan jika level 6.500 mampu dipertahankan, maka indeks memiliki potensi besar untuk melanjutkan kenaikan hingga target 6.600.

“Pergerakan mixed di awal pekan dengan 6.500 sebagai support. Setelah itu penguatan berlanjut dengan target lanjutan pada 6.600,” jelas William.

Selain memantau level teknikal, pelaku pasar juga disarankan untuk tetap memperhatikan fluktuasi Rupiah serta berbagai sentimen eksternal yang dapat mempengaruhi dinamika pasar.

Sebagai strategi investasi, William merekomendasikan investor untuk mencermati saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dengan target harga di rentang Rp1.100 hingga Rp1.200 per saham.

Selain itu, saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) juga mendapatkan rekomendasi beli dengan target harga berada di kisaran Rp1.440 hingga Rp1.500 per saham.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *