Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) secara resmi memulai tahapan pengeboran sumur kedua, LMB-19.4, di wilayah kerja PLTP Lumut Balai, Sumatera Selatan, pada Rabu (23/9/2026).

Langkah operasional ini merupakan bagian dari upaya strategis perusahaan dalam mengakselerasi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 yang memiliki kapasitas sebesar 55 megawatt (MW).

Proses pengeboran tersebut memanfaatkan unit mesin pengeboran atau rig berkode GDAP#123.

Kegiatan ini menjadi kelanjutan dari tajak sumur eksplorasi pertama yang telah dilakukan pada Juli 2026 lalu di sumur LMB 19-3, Desa Babatan, Kabupaten Muara Enim.

Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, menyatakan bahwa proyek ini merupakan kontribusi signifikan perusahaan dalam memperingati satu abad pengembangan panas bumi di tingkat nasional.

“Proyek ini menjadi bagian penting dari upaya PGE memperkuat kontribusi panas bumi di Sumatera, terlebih pada momentum satu abad pengembangan panas bumi nasional,” ujar Ahmad Yani dalam keterangan resmi, Selasa (22/9/2026).

Pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3 ditargetkan dapat beroperasi secara penuh atau commissioning operation date (COD) pada tahun 2030 mendatang.

Pembangunan unit baru ini diproyeksikan mampu menjawab lonjakan kebutuhan listrik di wilayah Sumatera Selatan sekaligus melanjutkan operasional unit 1 dan 2 yang sudah berjalan.

Ahmad Yani menambahkan bahwa perusahaan tetap optimistis terhadap target jangka panjang yang telah ditetapkan.

“Kami optimistis proyek ini akan turut mempercepat langkah PGE menuju target kapasitas terpasang 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan 1,8 GW pada 2034,” ucapnya.

Di sisi teknis, Project Manager Lumut Balai Unit 3 & 4, Heri Susanto, menargetkan proses pengeboran sumur LMB-19.4 dapat diselesaikan dalam jangka waktu 40 hari.

Heri menekankan pentingnya aspek keselamatan sebagai prioritas utama dalam seluruh rangkaian aktivitas di lapangan.

“Dimulainya pengeboran sumur kedua LMB-19.4 menjadi kelanjutan dari berhasilnya sumur LMB-19.3 yang telah selesai sebelumnya. Kami berharap seluruh proses dapat berjalan dengan aman, lancar, dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Keselamatan seluruh pekerja tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pekerjaan,” ungkap Heri.

Keberadaan PLTP Lumut Balai Unit 3 sendiri telah tercatat sebagai salah satu proyek strategis dalam dokumen Blue Book & Green Book 2025-2029 milik Kementerian PPN/Bappenas.

General Manager PGE Area Lumut Balai, Catur Hendro Utomo, menegaskan bahwa seluruh tim berkomitmen menjaga konsistensi operasional agar jadwal proyek tetap terjaga.

“Pengeboran LMB-19.4 ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan Sumur LMB-19.3 sebelumnya, dan menjadi bukti bahwa proses pengembangan di lapangan terus berjalan sesuai rencana. Kami optimistis, dengan sinergi seluruh tim dan mitra kerja, target rampung pengeboran dalam 40 hari dapat tercapai. Ini menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan PLTP Lumut Balai Unit 3 dapat beroperasi tepat waktu,” kata Catur.

Hingga saat ini, PGE telah mengelola 10 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dengan potensi pengembangan mencapai 3 GW.

Data tersebut menjadi landasan bagi perusahaan dalam memperkuat portofolio energi bersih di Indonesia untuk kebutuhan jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *