Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terperosok ke zona merah pada perdagangan Selasa, 29 September 2026.

Data dari RTI Business menunjukkan indeks utama bursa domestik tersebut ditutup melemah 0,42 persen ke posisi 6.121,70.

Koreksi harian ini menandai tren negatif yang berkepanjangan selama empat hari beruntun.

Sepanjang sesi perdagangan hari ini, IHSG tidak mampu keluar dari tekanan jual.

Indeks sempat menyentuh titik terendah di level 6.013 sebelum mencoba melakukan perlawanan hingga ke level tertinggi 6.150.

Ketidakstabilan pergerakan harga ini mencerminkan sentimen pasar yang masih cenderung berhati-hati.

Aktivitas transaksi di lantai bursa terpantau cukup likuid dengan volume perdagangan mencapai 38,33 miliar lembar saham.

Total nilai transaksi yang dibukukan selama perdagangan hari ini menyentuh angka Rp 13,23 triliun.

Secara teknis, dinamika pasar menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi pada emiten-emiten berkapitalisasi besar.

Tercatat sebanyak 373 saham berhasil mencatatkan penguatan di tengah tekanan indeks.

Sebaliknya, sebanyak 303 saham mengalami pelemahan harga.

Sementara itu, sebanyak 118 saham lainnya ditutup stagnan tanpa perubahan harga berarti.

Tekanan pada IHSG disinyalir masih dipicu oleh aksi jual masif dari investor asing.

Berdasarkan data RTI Business, investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau net sell jumbo senilai Rp 777,18 miliar di seluruh pasar.

Fenomena capital outflow ini menjadi salah satu faktor utama yang menghambat pemulihan IHSG dalam beberapa hari terakhir.

Meski arus modal keluar mendominasi, pelaku pasar asing terpantau masih melakukan akumulasi pada sejumlah saham tertentu.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi yang paling banyak diborong asing dengan nilai net buy sebesar Rp 58,6 miliar.

Posisi kedua diikuti oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan nilai beli bersih mencapai Rp 38,18 miliar.

Selain itu, saham sektor komoditas dan energi juga menarik minat investor mancanegara.

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencatatkan net buy sebesar Rp 26,26 miliar.

Selanjutnya, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dibeli asing dengan nilai Rp 25,89 miliar.

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menyusul dengan catatan beli bersih Rp 25,87 miliar.

Di jajaran sepuluh besar saham dengan net buy tertinggi lainnya terdapat PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) senilai Rp 23,3 miliar.

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga mencatatkan akumulasi asing sebesar Rp 20,74 miliar.

Kemudian, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dibeli asing senilai Rp 19,1 miliar.

PT Indosat Tbk (ISAT) berada di urutan kesembilan dengan net buy Rp 17,99 miliar.

Terakhir, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melengkapi daftar dengan nilai beli bersih Rp 15,38 miliar.

Pola transaksi ini menunjukkan bahwa meskipun indeks secara umum tertekan, terdapat selektivitas yang tajam dari investor asing terhadap sektor-sektor spesifik.

Para pelaku pasar kini menantikan arah kebijakan bursa pada perdagangan Rabu, 30 September 2026.

Faktor eksternal dan pergerakan bursa regional diprediksi masih akan menjadi penentu utama pergerakan IHSG esok hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *