Jakarta – Diversifikasi portofolio investor kripto di kuartal IV 2026 kini mulai bergeser melampaui dominasi Bitcoin dan Ethereum.
Perhatian pelaku pasar tertuju pada sejumlah aset kripto alternatif (altcoin) yang menunjukkan performa fundamental kuat serta tren kenaikan harga yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Data CoinMarketCap per Jumat (2/10/2026) mencatat Hyperliquid (HYPE) berada di level US$ 89,90 dengan penguatan mingguan sebesar 10,51 persen.
Sementara itu, NEAR Protocol (NEAR) mencatatkan kenaikan impresif sebesar 162,74 persen dalam kurun waktu 30 hari terakhir, meski sempat terkoreksi 3,71 persen dalam sepekan.
Aave (AAVE) turut mencuri perhatian pasar dengan lonjakan harian mencapai 9,91 persen, menjadikannya salah satu aset dengan performa harian paling menonjol.
CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menyatakan bahwa meski Bitcoin dan Ethereum tetap menjadi jangkar utama bagi investor institusional berkat likuiditasnya, dinamika altcoin saat ini menawarkan narasi fundamental yang tidak kalah menarik.
“Di luar Bitcoin dan Ethereum, ada beberapa aset dan tema yang menarik untuk dicermati berdasarkan perkembangan fundamentalnya,” ujar Yudhono sebagaimana dikutip dari Kontan, Jumat (2/10/2026).
Yudhono menyoroti potensi Hyperliquid yang didorong oleh ekspansi perdagangan derivatif on-chain.
Inovasi melalui HIP-3 memungkinkan pengembang meluncurkan pasar perpetual untuk berbagai aset, mulai dari komoditas hingga indeks saham.
Kendati menawarkan potensi pertumbuhan, ia mengingatkan bahwa pergerakan harga token HYPE sangat bergantung pada tingkat adopsi jaringan dan mekanisme ekonomi token yang berlaku.
Pada sektor lain, NEAR Protocol menarik minat karena fokusnya pada pengembangan teknologi chain abstraction dan kecerdasan buatan (AI).
Integrasi NEAR Intents dan NEAR AI diproyeksikan mampu mempermudah interaksi lintas jaringan serta memperluas penggunaan agen AI dalam transaksi on-chain.
Namun, Yudhono menegaskan bahwa kemajuan teknologi tersebut harus dibarengi dengan permintaan riil dari pengguna agar dampaknya terasa pada ekosistem jangka panjang.
Di ranah decentralized finance (DeFi), Aave terus memperkuat posisinya dengan integrasi aset keuangan tradisional ke dalam protokolnya.
Laporan Aave Labs pada September 2026 menunjukkan bahwa Aave V4 telah berhasil mengumpulkan deposit lebih dari US$ 1 miliar.
Inisiatif Equities Hub di jaringan Base, yang memungkinkan saham tertokenisasi digunakan sebagai jaminan, menjadi bukti nyata konvergensi antara DeFi dan pasar keuangan konvensional.
Selain aset spesifik, tren tokenized stocks kini menjadi perhatian besar dengan total kapitalisasi pasar yang menembus US$ 3 miliar per September 2026.
Volume transfer aset tersebut di jaringan blockchain mencapai lebih dari US$ 100 miliar sepanjang kuartal III 2026.
Meskipun menawarkan fleksibilitas perdagangan, Yudhono memperingatkan investor untuk tetap berhati-hati terhadap aspek legalitas.
“Karena itu, status hukum, struktur penerbitan, likuiditas, dan mekanisme penjaminan setiap produk perlu diperiksa secara terpisah,” ungkap Yudhono.
Risiko terkait keamanan smart contract, tata kelola, dan likuiditas harus menjadi pertimbangan utama investor sebelum memutuskan untuk masuk ke ekosistem altcoin maupun aset tertokenisasi di tengah ketidakpastian pasar global.










