Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren pelemahan setelah kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa (22/9/2026).
Indeks utama Bursa Efek Indonesia tersebut mencatatkan koreksi tajam sebesar 1,68 persen atau setara dengan penurunan 107 poin ke level 6.277,04.
Tekanan jual yang masif menjadi pemicu utama merosotnya posisi indeks sepanjang sesi perdagangan.
Data dari Bursa Efek Indonesia menunjukkan fluktuasi pasar berada pada rentang level terendah di angka 6.258 hingga level tertinggi di posisi 6.423.
Sentimen negatif di pasar modal tanah air tercermin dari perbandingan jumlah saham yang mengalami pelemahan jauh melampaui saham yang mampu bertahan di zona hijau.
Tercatat sebanyak 533 saham ditutup melemah, sementara hanya 139 saham yang berhasil mencatatkan penguatan.
Sebanyak 118 saham lainnya terpantau bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga dibandingkan penutupan hari sebelumnya.
Aktivitas perdagangan di bursa domestik cukup padat dengan total volume transaksi mencapai 33,71 miliar saham.
Nilai transaksi harian yang dibukukan oleh para pelaku pasar tercatat mencapai Rp 14,52 triliun.
Aksi lepas saham oleh investor asing menjadi salah satu faktor dominan yang menekan performa IHSG.
Investor asing terpantau kembali membukukan nilai jual bersih atau net sell sebesar Rp 131,72 miliar di seluruh pasar.
Penjualan bersih ini menambah beban tekanan terhadap emiten-emiten berkapitalisasi pasar besar yang menjadi penggerak indeks utama.
Berdasarkan data RTI Business, terdapat sepuluh emiten yang mencatatkan nilai jual bersih terbesar dari investor asing selama sesi perdagangan hari Selasa.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memuncaki daftar dengan nilai net sell mencapai Rp 339,42 miliar.
Posisi berikutnya ditempati oleh PT Timah Tbk (TINS) dengan nilai jual bersih asing sebesar Rp 104,75 miliar.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyusul di urutan ketiga dengan angka penjualan bersih mencapai Rp 101,44 miliar.
Emiten perbankan lainnya, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), juga mengalami tekanan serupa dengan nilai net sell Rp 85,24 miliar.
Selain sektor keuangan, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 83,72 miliar.
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) turut dilepas investor asing dengan nilai mencapai Rp 54,41 miliar.
Selanjutnya, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mencatatkan nilai jual bersih Rp 34,28 miliar.
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) berada di posisi kedelapan dengan nilai Rp 28,46 miliar.
Daftar sepuluh besar ditutup oleh PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar Rp 24,04 miliar dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) sebesar Rp 20,73 miliar.
Kondisi pasar yang cenderung defensif ini menunjukkan kehati-hatian investor dalam merespons dinamika ekonomi terkini pada pekan ini.










