Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang signifikan pada perdagangan sesi pertama, Kamis (1/10).
Indeks utama bursa domestik tersebut ditutup terkoreksi sebesar 0,83% ke level 6.020.
Pergerakan pasar menunjukkan sentimen negatif yang cukup dominan di kalangan investor.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 433 saham mengalami pelemahan.
Sementara itu, hanya 219 saham yang mampu mencatatkan penguatan.
Terdapat pula 134 saham lainnya yang bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.
Tekanan pada IHSG turut dipicu oleh performa emiten teknologi, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Saham GOTO tercatat mengalami penurunan tajam hingga menyentuh batas auto reject bawah (ARB) selama empat hari berturut-turut.
Pada sesi siang, saham GOTO merosot 12,50% ke level Rp 28 per lembar.
Tingginya tekanan jual pada saham tersebut terlihat dari antrean jual yang mencapai 663,77 juta saham.
Secara keseluruhan, nilai transaksi di sesi pertama mencapai Rp 5,09 triliun.
Volume perdagangan tercatat sebanyak 20,25 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 877,14 ribu kali.
Kapitalisasi pasar IHSG hingga siang ini berada di angka Rp 10.636 triliun.
Kondisi sektor di BEI mencerminkan pelemahan yang meluas di berbagai lini industri.
Sebanyak sembilan dari sebelas sektor yang ada di bursa terpantau berada di zona merah.
Sektor teknologi mencatatkan kontraksi paling dalam dengan penurunan mencapai 3,27%.
Emiten PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menjadi salah satu saham yang tertekan dengan penurunan 2,42% ke level Rp 193.200 per saham.
Pergerakan bursa domestik ini berbanding terbalik dengan dinamika pasar saham di kawasan Asia.
Bursa saham Asia terpantau bergerak bervariasi sepanjang perdagangan hari ini.
Indeks Nikkei di Jepang tercatat menguat signifikan sebesar 2,98%.
Indeks Straits Times di Singapura juga berhasil terangkat sebesar 0,25%.
Di sisi lain, indeks Hang Seng dan Shanghai Composite cenderung bergerak stagnan.
Di tengah pelemahan pasar, beberapa emiten masih mampu mencatatkan kenaikan harga yang cukup baik.
Saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) memimpin jajaran top gainers dengan kenaikan 6,30% ke posisi Rp 1.435.
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) turut menguat 4,72% ke level Rp 4.660.
Selain itu, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) naik 4,21% ke harga Rp 1.115.
Di sisi sebaliknya, sejumlah saham mengalami koreksi yang cukup dalam.
PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) memimpin daftar top losers dengan pelemahan 7,83% ke Rp 3.060.
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mengalami tekanan sebesar 7,02% ke posisi Rp 53.
Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) juga tergerus 3,97% ke level Rp 26.000.










