Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan menghadapi tekanan jual pada perdagangan hari ini, Kamis (1/10/2026).
Sentimen negatif ini muncul setelah pada penutupan sesi sebelumnya indeks terkoreksi sebesar 0,83% menuju level 6.071.
Aksi jual masif oleh investor asing menjadi pemicu utama pelemahan pasar domestik tersebut.
Tercatat, aliran dana keluar dari investor asing mencapai Rp 1,56 triliun.
Beberapa emiten berkapitalisasi pasar besar menjadi sasaran utama aksi jual para investor asing.
Saham-saham yang paling banyak dilepas meliputi TLKM, BMRI, BBCA, ASII, dan BBRI.
Analis dari BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai bahwa kondisi pasar saat ini masih rentan terhadap tekanan lanjutan.
“Level support IHSG berada di rentang 6.000-6.050 dan resistance 6.100-6.120,” ujar Fanny dalam risetnya, Kamis (1/10/2026).
Menurutnya, jika terjadi upaya pembalikan harga atau rebound, kenaikannya akan cenderung terbatas.
Indeks diperkirakan hanya akan menguji level resistance di kisaran 6.100 sebelum kembali menghadapi tantangan pasar.
Di tengah kondisi yang menantang ini, pelaku pasar disarankan untuk tetap selektif dalam memilih instrumen investasi.
BNI Sekuritas merilis daftar enam saham pilihan dengan strategi speculative buy bagi investor yang ingin mengambil posisi.
Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menjadi salah satu rekomendasi dengan area beli di Rp 3.370-Rp 3.390.
Untuk BBNI, investor disarankan melakukan cutloss jika harga bergerak di bawah Rp 3.350 dengan target harga di Rp 3.420-Rp 3.460.
Selanjutnya, saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) direkomendasikan dengan area beli di Rp 3.480-Rp 3.580 dan target harga Rp 3.630-Rp 3.710.
Investor juga dapat melirik PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) dengan area beli di Rp 2.600-Rp 2.690 dan target harga Rp 2.750-Rp 2.850.
Selain itu, PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) masuk dalam daftar dengan area beli di Rp 900-Rp 920.
Untuk BFIN, batasan cutloss ditetapkan di bawah Rp 900 dengan target harga di level Rp 935-Rp 950.
Saham lain yang dicermati adalah PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) dengan area beli di Rp 32 dan target harga Rp 33-Rp 35.
Terakhir, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) direkomendasikan dengan area beli di Rp 6.625-Rp 6.675.
Untuk ICBP, investor perlu memperhatikan batas cutloss di bawah Rp 6.600 dengan target harga di Rp 6.800-Rp 6.975.
Secara keseluruhan, volatilitas pasar yang tinggi menuntut kehati-hatian ekstra dari para pelaku pasar.
Pengawasan ketat terhadap level support menjadi kunci utama dalam mengelola risiko investasi di tengah tren koreksi IHSG saat ini.










