Jakarta – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) resmi melakukan perombakan jajaran direksi melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada Rabu (30/9/2026).
Nanang Hendarno didapuk menjadi Direktur Utama baru menggantikan Dian Siswarini.
Keputusan tersebut diambil untuk memperkuat struktur kepemimpinan perusahaan di tengah dinamika industri telekomunikasi yang kian kompetitif.
Sebelum dipercaya memimpin perusahaan pelat merah tersebut, Nanang merupakan Direktur Network di Telkom Indonesia.
Transisi kepemimpinan ini diharapkan mampu membawa penyegaran dalam strategi pengembangan infrastruktur dan layanan digital perusahaan.
Latar belakang pendidikan Nanang tergolong mumpuni di sektor teknologi dan rekayasa.
Ia meraih gelar Master di bidang Space System Engineering dari Delft University of Technology pada 1997.
Sebelum menempuh pendidikan di Belanda, ia menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang Electrical Engineering dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, pada 1991.
Perjalanan karier Nanang di industri telekomunikasi telah berlangsung selama puluhan tahun dengan memegang sejumlah posisi strategis.
Ia sempat mengemban tanggung jawab sebagai Chief Executive Officer PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia pada periode 2022–2025.
Selain itu, ia pernah menjabat sebagai Chief of Technology PT Telekomunikasi Indonesia International pada 2016–2022.
Pengalamannya juga mencakup peran sebagai Executive General Manager (EGM) Divisi Service Operation PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk pada 2015–2016.
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nanang tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 43 miliar pada 2025.
Rincian kekayaan tersebut mencakup aset tanah dan bangunan senilai Rp 2,4 miliar.
Ia juga memiliki aset berupa alat transportasi dengan nilai Rp 919 juta serta surat berharga sebesar Rp 112 juta.
Kekayaan dalam bentuk kas dan setara kas tercatat mencapai Rp 9,7 miliar.
Selain itu, ia memiliki harta lainnya dengan nilai mencapai Rp 19,4 miliar.
Nanang dilaporkan tidak memiliki beban utang dalam catatan kekayaan pribadinya.
Pasca-RUPSLB, jajaran direksi baru Telkom kini terdiri dari Nanang Hendarno sebagai Direktur Utama, Veranita Yosephine sebagai Direktur Enterprise & Business Service, dan Willy Saelan sebagai Direktur Human Capital Management.
Posisi Direktur IT Digital diisi oleh Kharim I. G. Siregar, sementara Arthur Angelo Syailendra menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.
Direktur Network kini dijabat oleh Budi Satria Dharma Purba, Seno Soemadji sebagai Direktur Strategic Business Development & Portfolio, Radita Ali Putra sebagai Direktur Wholesale & International Service, serta Andy Kelana sebagai Direktur Legal & Compliance.
Struktur Dewan Komisaris pun mengalami penyesuaian dengan Angga Raka Prabowo sebagai Komisaris Utama.
Anggota Dewan Komisaris terdiri dari Ossy Darmawan, Rizal Mallarangeng, dan Edwin Hidayat Abdullah.
Posisi Komisaris Independen diisi oleh Rofikoh Rokhim, Anthony Leong, Deswandhy Agusman, dan Ira Noviarti.










