New York – Pasar saham Amerika Serikat mencatatkan pergerakan cenderung datar pada perdagangan Jumat (28/8/2026).
Sentimen negatif membayangi investor setelah Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, menegaskan kembali komitmen bank sentral untuk menekan inflasi hingga mencapai target 2%.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam simposium ekonomi tahunan The Fed di Jackson Hole.
Warsh menyatakan bahwa perkembangan data inflasi saat ini belum menunjukkan perubahan tren yang meyakinkan.
Menurutnya, The Fed masih memiliki beban pekerjaan besar jika belum yakin inflasi bergerak menuju target 2% dengan kecepatan yang memadai.
Indikasi kebijakan moneter yang ketat ini mendorong investor meningkatkan taruhan terkait potensi kenaikan suku bunga pada pertemuan September mendatang.
Kondisi pasar saat ini semakin kompleks akibat pengaruh harga energi yang membuat data inflasi sulit dibaca.
“Investor cukup khawatir untuk tetap berinvestasi karena beberapa pergerakan saham sudah berada pada level yang membuat tidak nyaman,” ujar Yung-Shin Kung, Chief Investment Officer Mast Investments, sebagaimana dikutip dari Reuters, Sabtu (29/8/2026).
Ia menambahkan bahwa pasar kini tengah menantikan langkah strategis dari Menteri Keuangan Scott Bessent dan implikasinya terhadap kebijakan moneter ke depan.
Di sisi lain, euforia terhadap sektor saham berbasis kecerdasan buatan (AI) mulai mereda.
Investor tampak mulai mencari katalis baru setelah reli sebelumnya yang dipicu oleh proyeksi kinerja Nvidia yang sangat kuat.
“Untuk perusahaan chip, investor sedang mencari katalis baru,” kata Mike Reynolds, Wakil Presiden Investment Strategy di Glenmede, dikutip dari Reuters.
Reynolds menilai pasar sudah mengantisipasi potensi pendapatan dari ekspansi pusat data, namun kini mempertanyakan sumber pertumbuhan jangka panjang selanjutnya.
Dampaknya, saham Nvidia terkoreksi 1,3%.
Sementara itu, saham Marvell Technology merosot tajam sebesar 7,2% akibat keraguan investor mengenai realisasi pendapatan dari kesepakatan chip AI dengan Google.
Berdasarkan data Reuters pada pukul 10.07 waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,07% ke level 53.606,27.
Indeks S&P 500 justru melemah 0,07% menjadi 7.725,81.
Indeks Nasdaq Composite turut tertekan sebesar 0,22% ke posisi 26.483,33.
Selain sektor teknologi, pergerakan signifikan juga terjadi pada saham perusahaan konsumen.
Saham PayPal anjlok 11,5% setelah rencana akuisisi oleh konsorsium Advent dan Stripe dilaporkan batal.
Sebaliknya, saham Gap melonjak 15% menyusul pengumuman penunjukan CEO baru untuk Old Navy serta kenaikan proyeksi laba tahunan.
Saham Ulta Beauty juga mencatatkan penurunan sebesar 6,1% akibat melambatnya pertumbuhan penjualan toko pada kuartal kedua.
Ke depan, pelaku pasar akan terus memantau rilis data ekonomi AS terkait inflasi dan pasar tenaga kerja sebagai acuan utama The Fed.










