Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan hari ini dengan mencatatkan koreksi signifikan di tengah dominasi aksi jual investor.

Berdasarkan data perdagangan Rabu (7/10/2026), IHSG ditutup melemah sebesar 46,203 poin atau setara dengan 0,75 persen ke posisi 6.146,724.

Penurunan indeks utama ini dipicu oleh pelemahan massal pada hampir seluruh sektor saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

IDX Sektor Energi memimpin daftar penurunan terdalam dengan kontraksi sebesar 1,56 persen pada penutupan pasar.

Kondisi serupa dialami oleh IDX Sektor Barang Konsumer Non-Primer yang tergerus 1,21 persen.

Sektor barang baku juga mengalami tekanan cukup berat dengan pelemahan mencapai 1,15 persen.

Selanjutnya, sektor perindustrian tercatat turun sebesar 1,11 persen hingga akhir sesi perdagangan.

Sektor transportasi dan logistik ikut terseret dengan penurunan sebesar 0,87 persen.

Sementara itu, sektor infrastruktur mencatatkan pelemahan sebesar 0,85 persen.

Sektor properti dan real estate pun tidak mampu bertahan dengan koreksi sebesar 0,7 persen.

Tekanan jual juga menyasar sektor teknologi yang turun 0,49 persen, diikuti sektor barang konsumer primer sebesar 0,37 persen.

Sektor kesehatan menjadi penekan paling tipis dengan penurunan hanya sebesar 0,07 persen.

Di tengah sentimen negatif yang menyelimuti pasar, IDX Sektor Keuangan menjadi satu-satunya sektor yang berhasil mencatatkan penguatan.

Sektor keuangan ditutup menguat tipis sebesar 0,02 persen di tengah volatilitas pasar yang cukup tinggi.

Tingginya aktivitas transaksi tercermin dari volume perdagangan yang mencapai 48,42 miliar saham.

Nilai transaksi harian di bursa tercatat menyentuh angka Rp 36,2 triliun.

Secara keseluruhan, pergerakan harga saham menunjukkan dominasi sentimen negatif.

Sebanyak 378 saham tercatat mengalami penurunan harga saat bel penutupan dibunyikan.

Sebaliknya, hanya 256 saham yang mampu mencatatkan kenaikan harga di tengah tekanan pasar.

Sementara itu, sebanyak 157 saham lainnya berakhir stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.

Pada kelompok indeks LQ45, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) menjadi salah satu pemberat utama dengan penurunan harga sebesar 3,45 persen.

Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga mengalami tekanan dengan koreksi sebesar 3,38 persen.

Selain itu, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) turut terkoreksi sebesar 3,23 persen.

Di sisi lain, terdapat beberapa saham yang mampu melawan arus dan masuk ke jajaran top gainers LQ45.

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) berhasil membukukan kenaikan harga sebesar 1,46 persen.

Saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menyusul dengan penguatan sebesar 1,39 persen.

Terakhir, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencatatkan kenaikan harga sebesar 1,32 persen di akhir sesi perdagangan hari ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *