Jakarta – PT Pukul Rata Kanan resmi mengumumkan rencana pengambilalihan kendali atas PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) melalui skema penawaran tender sukarela atau voluntary tender offer.
Langkah strategis ini dilakukan oleh perusahaan yang dipimpin oleh pendiri sekaligus CEO Triv, Gabriel Reyner Elskayah De Leroy, dengan mengalokasikan dana mencapai Rp 48,3 miliar.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis pada Jumat (25/9/2026), perusahaan tersebut menargetkan pembelian maksimal 65,25 juta lembar saham TRUK.
Jumlah saham yang dibidik setara dengan 15% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh pada emiten tersebut.
Penawaran harga dipatok sebesar Rp 740 per saham.
Harga tersebut diklaim telah memenuhi ketentuan minimum regulasi pasar modal yang berlaku.
Sebagai pembanding, rata-rata harga perdagangan harian tertinggi saham TRUK selama 90 hari terakhir berada di angka Rp 735,15 per saham.
Saat ini, PT Pukul Rata Kanan tercatat sudah memiliki 65,25 juta saham TRUK atau sekitar 15% kepemilikan.
Jika seluruh penawaran tender sukarela ini terserap maksimal oleh pasar, maka total kepemilikan saham mereka akan melonjak menjadi 30%.
Pencapaian porsi kepemilikan tersebut secara otomatis akan menjadikan PT Pukul Rata Kanan sebagai pengendali baru bagi PT Guna Timur Raya Tbk.
Total nilai kepemilikan saham perusahaan di TRUK nantinya diperkirakan mencapai Rp 336,69 miliar berdasarkan asumsi harga penawaran yang ditetapkan.
Terkait tujuan aksi korporasi tersebut, PT Pukul Rata Kanan menyatakan komitmennya untuk mendukung keberlanjutan bisnis TRUK.
Perusahaan berencana melakukan pengembangan usaha guna mendorong pertumbuhan pendapatan, marjin, serta aset emiten tersebut ke depannya.
Manajemen PT Pukul Rata Kanan juga menegaskan bahwa mereka belum memiliki rencana untuk mengubah struktur manajemen internal.
Selain itu, tidak ada rencana perubahan terkait ketentuan hubungan ketenagakerjaan di lingkungan PT Guna Timur Raya Tbk.
Pihak perusahaan juga memastikan bahwa langkah ini tidak ditujukan untuk penghapusan pencatatan saham atau delisting dari Bursa Efek Indonesia.
Proses penawaran tender sukarela ini dijadwalkan akan dimulai setelah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pengumuman resmi telah dilakukan pada 25 September 2026, dengan perkiraan tanggal efektif pada 4 November 2026.
Periode penawaran kepada pemegang saham publik dijadwalkan berlangsung mulai 6 November hingga 7 Desember 2026.
Setelah periode penawaran berakhir, proses penjatahan diperkirakan akan dilakukan pada 10 Desember 2026.
Pembayaran tunai kepada para pemegang saham yang berpartisipasi dijadwalkan terlaksana pada 15 Desember 2026.
Dalam memuluskan aksi korporasi ini, PT Sucor Sekuritas ditunjuk sebagai perusahaan efek yang bertanggung jawab membantu administrasi dan penyelesaian transaksi.
Selain itu, verifikasi pemohon akan dilakukan bersama dengan pihak PT Adimitra Jasa Korpora selaku biro administrasi efek.









