Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan akhir pekan, Jumat (28/8/2026), dengan koreksi tipis sebesar 0,05% atau 3,62 poin ke posisi 6.518,12.
Meskipun ditutup di zona merah pada hari tersebut, performa mingguan indeks utama bursa domestik ini tetap menunjukkan ketahanan dengan mencatatkan penguatan akumulatif sebesar 0,25%.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagaimana dikutip dari RTI Business, Sabtu (29/8/2026), menunjukkan dinamika pasar yang masih dipengaruhi oleh arus modal asing.
Pada perdagangan Jumat, investor asing terpantau melakukan aksi ambil untung dengan mencatatkan nilai jual bersih (net sell) mencapai Rp 482,24 miliar di seluruh pasar.
Namun, tekanan jual harian tersebut tidak menggoyahkan posisi akumulatif asing yang masih sangat dominan sepanjang pekan terakhir.
Berdasarkan catatan Bursa Efek Indonesia, investor asing justru mampu membukukan aksi beli bersih (net buy) jumbo dengan total nilai mencapai Rp 2,41 triliun dalam sepekan terakhir.
Minat beli investor asing ini tampak terkonsentrasi pada saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big cap), khususnya di sektor perbankan yang menjadi motor penggerak utama pasar saham Indonesia.
Sebaliknya, di sisi lain, sejumlah saham mencatatkan tekanan jual cukup tinggi dari investor asing sepanjang pekan yang sama.
Berikut adalah daftar 10 saham dengan nilai net sell asing terbesar selama periode satu pekan terakhir:
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) memimpin daftar dengan nilai jual bersih sebesar Rp 286,4 miliar.
Posisi kedua ditempati PT Indosat Tbk (ISAT) dengan nilai net sell mencapai Rp 266,05 miliar.
Selanjutnya, investor asing melepas saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan nilai Rp 157,95 miliar.
Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga mengalami tekanan jual sebesar Rp 138,37 miliar.
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatatkan nilai net sell sebesar Rp 111,63 miliar.
Aksi jual asing pada saham PT Astra International Tbk (ASII) mencapai angka Rp 102,28 miliar.
Emiten tambang PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turut dilepas dengan nilai Rp 87,63 miliar.
Saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencatatkan net sell sebesar Rp 86,04 miliar.
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mengalami tekanan jual senilai Rp 78,9 miliar.
Terakhir, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) melengkapi daftar dengan nilai jual bersih asing sebesar Rp 65,96 miliar.
Secara keseluruhan, meskipun IHSG mengalami fluktuasi tipis di akhir pekan, tren akumulasi dana asing yang masif menunjukkan kepercayaan investor global terhadap prospek pasar modal Indonesia masih terjaga dengan baik.
Pergerakan indeks ke depan diprediksi akan terus bergantung pada sentimen makroekonomi domestik serta respons investor terhadap kinerja emiten-emiten big caps yang menjadi incaran utama arus modal masuk.










