Jakarta – PT Pelindo secara agresif melakukan perampingan struktur organisasi dengan memangkas jumlah anak usaha dari 41 entitas menjadi 24 entitas.

Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya transformasi korporasi untuk menciptakan efisiensi operasional yang lebih optimal.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa sejauh ini sebanyak sebelas perusahaan telah berhasil menyelesaikan aksi korporasi tersebut.

Sisanya, sebanyak enam entitas, ditargetkan akan tuntas melalui proses restrukturisasi paling lambat pada 31 Desember 2026.

Penataan struktur ini dilakukan melalui beragam skema, mulai dari penggabungan usaha (merger), konsolidasi, divestasi, hingga likuidasi.

Dony menjelaskan bahwa transformasi Pelindo merupakan proses jangka panjang yang dimulai dari penyederhanaan struktur sebelum merambah ke penataan model bisnis.

“Jadi ini transformasinya masih panjang, tapi dimulai dari streamlining dulu, abis itu baru kita masuk ke proses menata bisnis model kita menjadi benar,” ucap Dony dalam siaran pers, Rabu (30/9).

Selain perampingan entitas, perusahaan juga melakukan perubahan signifikan pada model tata kelola perusahaan atau parenting model.

Pelindo kini beralih dari strategic holding menuju active management guna meningkatkan kontrol operasional.

Perubahan ini memungkinkan holding untuk mengambil peran lebih langsung dalam pengelolaan kegiatan utama perusahaan.

Pembagian peran kini diatur lebih spesifik antara tingkatan holding, regional, service line, hingga anak usaha di lapangan.

Dony menilai bahwa langkah transformasi ini dapat dilakukan secara lebih terintegrasi dengan dukungan penuh dari Danantara.

“Melakukan transformasi ini adalah pilihan yang sangat tepat. Sekarang konsolidasi dengan adanya Danantara ini semua menjadi mungkin dilakukan,” imbuhnya.

Manajemen berharap penataan ini mampu menciptakan struktur bisnis yang lebih sederhana, efektif, dan memperkuat kinerja grup ke depan.

Efektivitas langkah strategis ini tercermin dari kinerja keuangan perusahaan sepanjang semester pertama tahun 2026.

Pelindo mencatatkan laba periode berjalan sebesar Rp2,57 triliun pada periode tersebut.

Capaian laba ini tumbuh signifikan sebesar 60,44% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Peningkatan laba tersebut didorong oleh lonjakan aktivitas operasional di seluruh pelabuhan yang dikelola perusahaan.

Hingga Juni 2026, arus peti kemas Pelindo tercatat mencapai 9,96 juta TEUs atau tumbuh 7% secara tahunan.

Pertumbuhan volume layanan ini menunjukkan korelasi positif antara kinerja perusahaan dengan pergerakan ekonomi riil di lapangan.

Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, menyebut bahwa hasil positif ini diraih berkat peningkatan pendapatan dan efisiensi biaya.

“Pertumbuhan laba Pelindo ditopang oleh kombinasi antara peningkatan pendapatan yang sejalan dengan pertumbuhan kinerja operasional dan pengendalian beban usaha yang lebih disiplin,” ujar Achmad dikutip dari Antara.

Langkah perampingan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi Pelindo untuk menjaga tren pertumbuhan laba di tengah tantangan ekonomi global yang dinamis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *