Pasuruan – Korea Tomorrow & Global (KT&G) resmi mengoperasikan dua fasilitas produksi rokok berskala masif di kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Jawa Timur.

Ekspansi ini memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi luar negeri terbesar bagi produsen rokok asal Korea Selatan tersebut.

Total investasi yang digelontorkan untuk pembangunan pabrik 2 dan pabrik 3 ini mencapai Rp 8,1 triliun.

Fasilitas baru tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan 21 miliar batang rokok setiap tahunnya.

Managing Director of KT&G Indonesia Factories, Kim Young Joo, menegaskan bahwa output dari kedua pabrik ini difokuskan sepenuhnya untuk memenuhi permintaan pasar global.

“Kami bangun dua pabrik baru ini hampir semuanya untuk produk ekspor, sebab pabrik yang sudah ada diperuntukkan untuk pasar domestik,” ujar Kim Young Joo sebagaimana dikutip dari pernyataan resmi perusahaan pada Rabu (7/10/2026).

Jangkauan pasar ekspor KT&G mencakup lebih dari 90 negara di berbagai belahan dunia.

Produk yang dihasilkan akan dikirim ke berbagai wilayah, mulai dari Asia Tenggara, Taiwan, Mongolia, Nigeria, hingga India.

Secara teknis, pabrik 2 dirancang sebagai pusat manufaktur rokok jadi, bahan baku, serta produk setengah jadi dengan teknologi terkini.

Sementara itu, pabrik 3 berfungsi sebagai fasilitas produksi khusus kapsul aroma yang akan menyuplai kebutuhan pabrik-pabrik KT&G di tingkat global.

Dengan penambahan 13 unit fasilitas produksi baru, total kapasitas produksi KT&G di Indonesia kini mencapai 35 miliar batang per tahun jika digabungkan dengan pabrik pertama.

Perusahaan saat ini memproduksi berbagai merek rokok, termasuk ESSE, Bohem, dan Carnival untuk pasar internasional.

Adapun pabrik pertama yang telah beroperasi sebelumnya tetap fokus memproduksi merek ESSE Juara untuk pasar dalam negeri.

Pembangunan fasilitas ini berawal dari kesepakatan investasi antara KT&G dan Pemerintah Indonesia pada September 2023.

Proses konstruksi fisik di atas lahan seluas 190 ribu meter persegi dimulai sejak April 2024.

Setelah melalui masa pembangunan selama 20 bulan, fasilitas tersebut berhasil dirampungkan pada November 2025.

“Sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan, tahun ini kami mulai memasuki tahap operasi komersial,” tambah Kim Young Joo dalam keterangan persnya.

Pihak perusahaan mengklaim seluruh peralatan dan standar operasional telah diverifikasi sesuai dengan standar kualitas global yang diterapkan di Korea.

Saat ini, kedua pabrik baru tersebut telah menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 459 orang.

Terkait rantai pasok, perusahaan masih mengandalkan komposisi bahan baku yang terbagi rata antara 50% lokal dan 50% impor.

Namun, manajemen berkomitmen untuk terus meningkatkan penggunaan bahan baku dari dalam negeri di masa mendatang.

Langkah strategis ini menandai komitmen jangka panjang KT&G dalam memperkuat ekosistem industri manufaktur di Jawa Timur.

Operasional komersial kedua pabrik ini sendiri telah dimulai sejak paruh pertama tahun 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *