Pangalengan – BPJS Kesehatan memperluas jangkauan layanan administrasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi warga Kabupaten Bandung melalui program BPJS Keliling.

Layanan jemput bola ini kini hadir di Puskesmas Warnasari, Kecamatan Pangalengan, untuk memangkas hambatan jarak bagi masyarakat yang membutuhkan akses kepesertaan.

Warga di sekitar wilayah tersebut kini dapat melakukan perubahan data, pendaftaran kepesertaan, hingga konsultasi administratif tanpa harus mendatangi kantor cabang BPJS Kesehatan.

Selain itu, layanan ini juga menjadi kanal bagi masyarakat untuk menyampaikan pengaduan terkait kendala yang ditemui saat mengakses fasilitas kesehatan.

Deputi Direksi Bidang Komunikasi Organisasi BPJS Kesehatan, M. Iqbal Anas Ma’ruf, menegaskan bahwa strategi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjangkau wilayah dengan karakteristik geografis yang beragam.

“BPJS Kesehatan memang telah mengembangkan berbagai kanal digital untuk mempermudah akses layanan peserta. Namun di sisi lain, kami juga memahami bahwa tidak semua wilayah dapat mengadopsi layanan digital karena berbagai kondisi,” ujar Iqbal, seperti dikutip dari keterangan resmi, Jumat (18/9/2026).

Iqbal menjelaskan bahwa keterbatasan jaringan komunikasi dan data di daerah tertentu menjadi tantangan nyata dalam digitalisasi layanan.

Menurutnya, tingkat literasi digital yang bervariasi di setiap wilayah menuntut pihaknya untuk tetap menyediakan opsi layanan tatap muka secara langsung.

“Seperti keterbatasan jaringan komunikasi dan data, kondisi geografis, maupun tingkat literasi digital masyarakat yang berbeda-beda,” lanjut dia.

Ia menambahkan bahwa BPJS Kesehatan tidak hanya mengandalkan satu metode pelayanan agar kebutuhan seluruh segmen masyarakat dapat terakomodasi.

“Dalam memberikan layanan, kami harus melihat dari sudut pandang peserta. Ada masyarakat yang lebih nyaman menggunakan layanan digital, tetapi ada juga yang membutuhkan layanan secara langsung. Oleh karena itu, BPJS Kesehatan terus menghadirkan berbagai pilihan kanal layanan agar kebutuhan masyarakat dapat terakomodasi dengan baik,” tambah Iqbal.

Di sisi lain, BPJS Kesehatan tetap mengoptimalkan platform digital seperti aplikasi Mobile JKN, layanan PANDAWA melalui WhatsApp, serta Care Center 165.

Terdapat pula inovasi Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) yang memungkinkan peserta berinteraksi dengan petugas melalui konferensi video.

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timbul Siregar, memberikan apresiasi terhadap langkah proaktif tersebut karena dianggap sangat membantu masyarakat.

“Kehadiran BPJS Keliling menjadi bentuk pelayanan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Layanan jemput bola seperti ini sangat membantu peserta menyelesaikan kebutuhan administrasi kepesertaan JKN tanpa harus menempuh perjalanan yang jauh,” ujar Timbul.

Kepala Puskesmas Warnasari, Eti Rosmalia, menjelaskan bahwa pihaknya turut mendukung dengan memberikan edukasi kepada pasien mengenai prosedur administrasi.

“Puskesmas akan membantu namun untuk proses aktivasi tetap menjadi kewenangan Dinas Sosial sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Eti.

Selain fungsi administrasi, Puskesmas juga terus mengedepankan upaya promotif dan preventif untuk mendorong kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *