Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 5,65% pada perdagangan Selasa (20/10/2026).

Indeks ditutup menguat 282,27 poin ke level 5.278,88.

Pergerakan positif ini terjadi sepanjang sesi perdagangan hari ini.

Kenaikan tersebut sekaligus menjadi momentum pemulihan setelah indeks sempat mengalami tekanan jual yang cukup dalam akibat pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Meski indeks berhasil mencatatkan rebound yang kuat, bayang-bayang aksi jual investor asing masih terus membayangi pasar modal Indonesia.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diolah melalui RTI Business menunjukkan bahwa investor asing mencatatkan nilai jual bersih atau net sell jumbo mencapai Rp 2,21 triliun di seluruh pasar.

Sentimen positif terlihat merata di seluruh sektor yang terdaftar di bursa.

Sektor transportasi memimpin penguatan dengan kenaikan tertinggi sebesar 8,55%.

Sektor barang baku menyusul di posisi kedua dengan kenaikan sebesar 6,62%.

Sektor infrastruktur juga menunjukkan performa impresif dengan penguatan sebesar 5,60%.

Sementara itu, sektor properti dan real estat mencatatkan kenaikan sebesar 5,19%.

Secara keseluruhan, pasar menunjukkan optimisme dengan total 670 saham yang ditutup di zona hijau.

Sebaliknya, terdapat 99 saham yang mengalami pelemahan dan 20 saham lainnya ditutup stagnan.

Aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi dengan total volume mencapai 56,61 miliar saham.

Nilai transaksi harian di pasar saham Indonesia pada hari ini menembus angka Rp 26,31 triliun.

Di balik tren penguatan tersebut, arus keluar dana asing atau capital outflow masih terkonsentrasi pada saham-saham berkapitalisasi besar.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing dengan nilai net sell mencapai Rp 966,11 miliar.

Posisi kedua ditempati oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan nilai jual bersih sebesar Rp 355,39 miliar.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyusul dengan catatan net sell asing senilai Rp 269,82 miliar.

Saham PT Indosat Tbk (ISAT) juga mencatatkan tekanan jual asing sebesar Rp 125,65 miliar.

Selanjutnya, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dilepas asing dengan nilai Rp 117,82 miliar.

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mengalami net sell sebesar Rp 107,38 miliar.

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mencatatkan nilai jual asing sebesar Rp 84,24 miliar.

PT Timah Tbk (TINS) mencatatkan arus keluar asing sebesar Rp 68,61 miliar.

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menyusul dengan angka Rp 63,44 miliar.

Terakhir, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) melengkapi daftar 10 saham dengan net sell terbesar dengan nilai Rp 62,3 miliar.

Kondisi ini menunjukkan adanya ketimpangan antara antusiasme investor domestik dalam mendorong indeks dan sikap kehati-hatian investor asing terhadap pasar saham Indonesia di tengah fluktuasi global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *