Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang signifikan pada pembukaan pekan ini, Selasa (29/9/2026).

Indeks utama Bursa Efek Indonesia tersebut ditutup merosot tajam sebesar 1,5 persen atau setara dengan 94 poin.

Pergerakan indeks berakhir di level 6.147,85 setelah sebelumnya sempat bergerak fluktuatif di rentang 6.140 hingga 6.227.

Sentimen negatif pasar dipicu oleh aksi masif investor asing yang melakukan penjualan bersih atau net sell secara besar-besaran.

Data pasar menunjukkan bahwa investor asing mencatatkan net sell mencapai Rp 1,13 triliun di seluruh pasar.

Volume perdagangan saham di bursa domestik tercatat cukup ramai dengan total 37,37 miliar saham yang berpindah tangan.

Nilai transaksi harian di pasar modal Indonesia mencapai Rp 12,58 triliun sepanjang sesi perdagangan.

Dominasi tekanan jual terlihat dari performa emiten di papan perdagangan yang mayoritas berakhir di zona merah.

Sebanyak 532 saham ditutup melemah, sementara hanya 189 saham yang mampu mencatatkan penguatan.

Terdapat pula 81 saham lainnya yang stagnan atau tidak mengalami perubahan harga dari penutupan sebelumnya.

Di tengah gelombang aksi jual tersebut, investor asing masih melakukan akumulasi pada sejumlah saham tertentu.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi saham dengan nilai net buy terbesar dari investor asing senilai Rp 49,68 miliar.

Posisi berikutnya ditempati oleh PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) dengan nilai pembelian bersih sebesar Rp 19,36 miliar.

Selanjutnya, PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE) mencatatkan net buy asing sebesar Rp 18,88 miliar.

Saham perbankan raksasa lainnya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), juga masuk dalam daftar dengan nilai Rp 17,93 miliar.

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menyusul dengan nilai pembelian bersih asing senilai Rp 17,78 miliar.

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mencatatkan angka net buy sebesar Rp 13,86 miliar.

Sementara itu, saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dibeli bersih oleh asing sebesar Rp 12,16 miliar.

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) menyusul di urutan kedelapan dengan nilai Rp 11,82 miliar.

PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mencatatkan nilai pembelian bersih asing sebesar Rp 10,37 miliar.

Terakhir, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melengkapi daftar sepuluh besar saham dengan nilai net buy asing sebesar Rp 9,91 miliar.

Kondisi pasar yang tertekan ini mencerminkan sentimen investor terhadap prospek ekonomi jangka pendek.

Data kinerja pasar tersebut merujuk pada laporan resmi RTI Business yang dirilis pada Senin (28/9/2026).

Investor kini menantikan arah kebijakan moneter dan data makroekonomi lebih lanjut untuk menentukan langkah investasi berikutnya.

Volatilitas tinggi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku pasar dalam menjaga portofolio mereka di tengah ketidakpastian global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *