Jakarta – PT PLN resmi menunjuk Suroso Isnandar sebagai Direktur Utama baru menggantikan Darmawan Prasodjo melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diselenggarakan pada Rabu malam (14/10).
Keputusan pergantian pucuk pimpinan ini dikonfirmasi langsung oleh Komisaris Independen PLN, Andi Arief.
“Pak Darmawan Prasodjo digantikan oleh Pak Suroso Isnandar,” ujar Andi Arief kepada awak media, Rabu (14/10).
Proses RUPS tersebut dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi konferensi video dan dihadiri oleh seluruh jajaran direksi, komisaris, serta perwakilan dari BP BUMN.
“Pelaksanaannya pukul 18.30 WIB sampai dengan selesai,” kata Andi Arief menambahkan keterangan mengenai jalannya rapat.
Pergantian kepemimpinan ini terjadi di tengah sorotan publik menyusul insiden pemadaman listrik massal yang melumpuhkan wilayah Batam dan Kepulauan Riau selama 16 jam pada Senin (12/10) lalu.
Suroso Isnandar sebelumnya menjabat sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN.
Hingga saat ini, ia masih akan merangkap jabatan tersebut sampai pihak perusahaan menunjuk pengganti definitif di posisi tersebut.
Darmawan Prasodjo sendiri telah menjabat sebagai Direktur Utama PLN sejak Desember 2021 dan sempat dipercaya kembali untuk periode kedua pada November 2024.
Meskipun masa jabatan direksi PLN secara regulasi ditetapkan selama lima tahun, RUPS memiliki kewenangan penuh untuk melakukan pergantian sebelum periode tersebut berakhir.
Sebelum pengumuman resmi RUPS, Suroso terpantau menghadiri rapat koordinasi di Istana Merdeka bersama Presiden Prabowo, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani.
Dalam keterangannya usai rapat, Rosan Roeslani menekankan adanya instruksi khusus dari Presiden terkait tata kelola perusahaan pelat merah tersebut.
Presiden menginstruksikan agar dilakukan evaluasi mendalam terhadap model bisnis PLN guna meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas.
Langkah ini diharapkan mampu memperbaiki kinerja keuangan perusahaan sekaligus menekan beban subsidi negara.
Suroso Isnandar merupakan sosok yang memiliki rekam jejak panjang di industri ketenagalistrikan dengan latar belakang pendidikan teknik yang kuat.
Ia meraih gelar sarjana dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1994, kemudian melanjutkan pendidikan Master of Science di bidang Power System Engineering and Management.
Selain itu, ia juga menuntaskan pendidikan doktoral di bidang Teknik Elektro dari kampus yang sama.
Pengalaman profesional Suroso mencakup karier di sektor swasta hingga kiprah internasional, termasuk bekerja di ScottishPower Generation, Skotlandia, pada periode 2002 hingga 2007.
Ia bergabung dengan PLN sejak 2007 sebagai staf ahli dan terus menanjak melalui berbagai jabatan strategis, seperti General Manager Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi serta Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali.
Sebelum mencapai posisi puncak saat ini, Suroso juga sempat memimpin Divisi Digital dan Teknologi Informasi, menjabat sebagai Direktur Manajemen Risiko, hingga akhirnya memegang portofolio proyek dan energi baru terbarukan.










