New York – Bursa saham Amerika Serikat mencatatkan penguatan pada perdagangan Selasa (25/8/2026) seiring dengan pemulihan sektor teknologi yang sempat terkoreksi.

Kenaikan indeks saham di Wall Street ini didorong oleh antusiasme investor menjelang rilis laporan keuangan raksasa semikonduktor, Nvidia.

Sentimen positif tersebut membantu menenangkan kekhawatiran pasar terkait aksi jual di pasar obligasi yang sempat memicu kenaikan imbal hasil dalam beberapa hari terakhir.

Para pelaku pasar kini tengah bersiap menghadapi bulan September yang secara historis dikenal memiliki kinerja kurang memuaskan bagi bursa saham.

Meski demikian, optimisme terhadap teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tetap menjadi motor penggerak utama.

“Kondisi pasar akan lebih volatil, tetapi kisah AI masih berada pada tahap awal,” ujar Head of Segal Marco Advisors’ Alpha Investment Research Group, Geoff Strotman, Selasa (25/8/2026).

Strotman mengakui bahwa terdapat kekhawatiran mengenai valuasi saham yang dianggap sudah tinggi oleh sebagian pihak.

Namun, ia menegaskan bahwa kenaikan harga saham saat ini memiliki landasan fundamental yang kuat.

“Memang ada kekhawatiran mengenai valuasi, tetapi kenaikan yang telah terjadi di pasar saham bukan tanpa alasan karena laba perusahaan masih kuat,” kata Strotman.

Sektor teknologi memimpin penguatan dengan Nvidia mencatatkan kenaikan sebesar 1,4 persen.

Meta Platforms turut mengalami apresiasi sebesar 0,9 persen pada sesi perdagangan kali ini.

Saham-saham sektor chip lainnya seperti Intel dan Micron Technology masing-masing menguat 3,1 persen dan 3,9 persen.

Advanced Micro Devices (AMD) juga mencatatkan lonjakan 3,4 persen setelah adanya peningkatan rekomendasi dari analis Raymond James.

Perhatian investor global kini terkunci pada laporan keuangan Nvidia yang dijadwalkan terbit pada Rabu (26/8/2026).

Data kinerja Nvidia menjadi katalis krusial untuk mengukur keberlanjutan investasi masif di infrastruktur AI.

Setiap indikasi perlambatan pertumbuhan dari perusahaan tersebut berisiko memicu tekanan jual kembali pada saham-saham teknologi.

Pasar juga mulai mengawasi efisiensi belanja modal perusahaan besar dalam membangun infrastruktur AI.

Pada pukul 09.41 waktu setempat, Dow Jones Industrial Average naik 0,14 persen ke level 53.492,65.

Indeks S&P 500 menguat 0,38 persen ke posisi 7.681,91.

Sementara itu, Nasdaq Composite melesat 0,75 persen menjadi 26.174,64.

Selain laporan keuangan, investor sedang menanti rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) yang akan diumumkan Rabu (26/8/2026).

Data PCE merupakan indikator inflasi utama yang menjadi acuan Federal Reserve dalam merumuskan kebijakan suku bunga.

Pasar juga menantikan arah kebijakan moneter melalui pidato Ketua The Fed, Kevin Warsh, dalam konferensi Jackson Hole pada Jumat (28/8/2026).

Di sisi geopolitik, investor turut mencermati pernyataan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, terkait risiko sanksi bagi negara yang berdagang dengan Iran.

Ekonom Jefferies, Mohit Kumar, menilai kebijakan tersebut bertujuan memperkuat posisi tawar AS dalam perundingan, bukan untuk memicu eskalasi konflik secara langsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *