Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan Rabu (9/9/2026) dengan pelemahan tipis sebesar 0,12% ke posisi 6.678. Koreksi ini dipicu oleh aksi ambil untung investor setelah indeks sempat mencatatkan penguatan pada sesi sebelumnya.

Secara teknikal, pasar mengalami penolakan (rejection) yang cukup kuat saat mencoba menembus level psikologis di angka 6.700. Kondisi ini membuat pergerakan indeks cenderung tertahan dalam fase konsolidasi.

Dinamika pasar hari ini sangat dipengaruhi oleh sentimen eksternal yang beragam. Eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah menjadi sorotan utama karena dampaknya terhadap kenaikan harga minyak mentah dunia.

Kondisi tersebut diperburuk oleh sentimen negatif dari bursa Amerika Serikat yang kompak melemah. Indeks Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,77%, sementara S&P 500 turun 0,48% dan Nasdaq Composite melemah 0,64%.

Di sisi lain, katalis positif datang dari penguatan harga komoditas global, khususnya batubara dan tembaga, yang memberikan dukungan bagi emiten terkait. Dari domestik, kepercayaan konsumen Indonesia yang meningkat ke level 118,5 pada Agustus 2026 turut menjaga optimisme pasar.

Melansir Sajian Pagi Menu Trading (SAPA MENTARI) dari BRI Danareksa Sekuritas, IHSG diprediksi akan terus bergerak dalam rentang konsolidasi antara 6.600 hingga 6.720 pada perdagangan Kamis (10/9/2026). Level support terdekat berada di 6.600, dan selama angka tersebut bertahan, peluang untuk kembali menguji resistance di 6.700 masih terbuka lebar.

Investor saat ini tengah menanti data penjualan ritel Indonesia untuk periode Juli yang diproyeksikan mengalami kontraksi sebesar 3,3% secara tahunan (YoY). Selain itu, rilis data Producer Price Index (PPI) dan Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat pekan ini menjadi perhatian global karena akan menjadi acuan bagi kebijakan suku bunga The Fed ke depan.

Terkait strategi investasi di tengah pasar yang konsolidasi, BRI Danareksa Sekuritas membagikan sejumlah rekomendasi saham kepada para pelaku pasar. Saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dinilai memiliki peluang kenaikan menuju area 490-510 selama mampu bertahan di atas level 475.

Demikian pula dengan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang menunjukkan momentum bullish dengan target resistance di angka 3.180 hingga 3.240. Untuk PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), investor disarankan untuk melakukan strategi buy on break apabila harga mampu menembus level 3.200 dengan dukungan volume yang kuat.

Sebaliknya, pihak BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi jual untuk saham PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG). Saham tersebut dinilai masih berada dalam tekanan jual yang signifikan setelah menembus ke bawah level support 750, dengan risiko penurunan lanjutan menuju area 650 hingga 594.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *