Taipei – Transformasi ekonomi yang inspiratif ditunjukkan oleh Tati Purwanti, seorang mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berhasil beralih profesi menjadi pengusaha kuliner sukses di Taiwan.

Kisah sukses ini bermula dari keberaniannya membawa cita rasa khas Nusantara ke luar negeri melalui bisnis Bubur Cirebon.

Tati mengawali langkahnya dengan merintis usaha dari pinggir jalan selama delapan bulan bersama sang suami.

“Awalnya sempat ragu juga, Taiwan kan panas, apa orang mau makan bubur? Tapi saya pikir, kalau tidak dicoba kita tidak akan tahu. Jadi waktu itu saya jalani saja dulu,” ungkap Tati dikutip dari keterangan resmi, Minggu (13/9).

Ketekunan tersebut kini membuahkan hasil signifikan dengan omzet bulanan mencapai 30.000 NTD hingga 120.000 NTD.

Keberhasilan ini menjadi babak baru bagi Tati setelah sebelumnya sempat menghadapi tantangan bisnis saat pandemi COVID-19 di Indonesia.

Sebelumnya, ia pernah sukses membuka lima cabang usaha minuman di Tanah Air dengan menyerap 35 tenaga kerja.

Namun, pandemi memaksanya kembali ke Taipei untuk menata ulang kehidupan dan mencari peluang baru yang lebih stabil.

Selain berbisnis, Tati kini aktif membantu rekan-rekan PMI lainnya yang ingin mencari peluang ekonomi di negeri tersebut.

Ia mengaku ingin memberikan dukungan bagi sesama pekerja migran karena memahami beratnya perjuangan merantau demi keluarga.

“Saya dulu juga datang ke Taiwan untuk bekerja dan membantu keluarga. Jadi kalau sekarang ada kesempatan untuk membantu orang Indonesia yang mau bekerja di sini, saya bantu sebisa saya,” jelasnya.

Dalam operasional bisnisnya, Tati memanfaatkan layanan perbankan BRI Taipei untuk pengelolaan finansial yang lebih efisien.

Ia kini menggunakan sistem pembayaran QR Payment untuk memudahkan transaksi pelanggan di kedai buburnya.

“Hasil penjualan yang masih tunai bisa saya setorkan melalui BRI Taipei, dan sekarang pelanggan juga mulai bisa bayar lewat QR Payment,” tambahnya.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong potensi kewirausahaan para PMI di luar negeri.

Menurut Hery, kisah Tati adalah bukti nyata bahwa PMI memiliki kapasitas besar untuk menjadi penggerak ekonomi.

“Perjalanan dari seorang pekerja migran hingga mampu membangun usaha, menciptakan lapangan pekerjaan, dan membuka peluang bagi sesama masyarakat Indonesia merupakan wujud nyata dari semangat pemberdayaan yang ingin terus kami dorong,” papar Hery.

Sebagai bentuk dukungan nyata, BRI telah meluncurkan aplikasi BRImo Taiwan untuk mempermudah transaksi keuangan bagi diaspora Indonesia.

Layanan ini memungkinkan nasabah melakukan transfer internasional, pembayaran, dan transaksi lainnya secara daring selama 24 jam.

Hingga akhir Juli 2026, kantor cabang BRI di Taipei mencatatkan total aset yang mencapai lebih dari USD408 juta.

Data tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan akan layanan perbankan yang aman bagi masyarakat Indonesia di Taiwan.

Layanan remitansi melalui BRI Taipei tercatat mencapai nilai USD490 juta dengan jangkauan lebih dari 3.400 rekening aktif.

Strategi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem finansial bagi para PMI dalam mendukung perekonomian keluarga di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *