Jakarta – PT Indosat Tbk resmi meluncurkan Indosat Intelligence Suite, sebuah platform inovatif yang dirancang untuk mengakselerasi adopsi kecerdasan buatan (AI) di sektor korporasi kawasan Asia.

Inisiatif strategis ini merupakan hasil kolaborasi dengan perusahaan teknologi global, F5, guna menyediakan ekosistem pengelolaan AI yang terintegrasi.

Platform tersebut memungkinkan perusahaan untuk mengakses lebih dari 300 model AI, baik yang bersifat terbuka maupun tertutup, melalui satu antarmuka terpadu.

Koleksi model yang disediakan mencakup Sahabat-AI yang dihosting langsung oleh Indosat, hingga berbagai opsi model AI global lainnya.

Sistem ini dirancang untuk menyederhanakan operasional bisnis dengan mengarahkan setiap permintaan beban kerja ke model AI yang paling efisien berdasarkan parameter biaya, kualitas, dan latensi.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menekankan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah membantu klien mengimplementasikan teknologi AI secara aman dan terukur.

“Dengan berkembangnya AI dari tahap eksperimen ke penerapan dalam aktivitas bisnis sehari-hari, maka perusahaan pun membutuhkan lebih dari sekadar akses terhadap model AI. Mereka membutuhkan cara yang tepercaya untuk menerapkan kecerdasan ke dalam operasional bisnis,” ungkap Vikram dalam keterangan resmi, Jumat (9/10/2026).

Vikram menambahkan bahwa platform ini berfungsi sebagai pabrik kecerdasan atau intelligence factory bagi para pelaku bisnis.

Struktur full-stack AI yang dikembangkan Indosat mencakup sektor energi, pusat data, komputasi, serta konektivitas sebagai fondasi utamanya.

Sementara itu, F5 memberikan kontribusi krusial dalam aspek keamanan dan optimalisasi infrastruktur.

Melalui teknologi F5 BIG-IP Next for Kubernetes, platform ini mampu memberikan perlindungan pada lingkungan aplikasi berbasis kontainer serta melakukan isolasi pengguna.

Teknologi ini juga memungkinkan penyeimbangan beban kerja berbasis kapasitas GPU guna memastikan pemrosesan AI berjalan lebih optimal.

Chairman, President, and Chief Executive Officer F5, François Locoh-Donou, menyatakan bahwa kerja sama ini bertujuan menjembatani kesenjangan antara infrastruktur AI yang kompleks dengan kebutuhan praktis perusahaan.

“Indosat tengah membangun masa depan AI di kawasan, dan F5 bangga dapat membantu mengamankan dan mengoptimalkannya. Bersama-sama, kami membuat AI yang lebih canggih dapat diakses secara aman oleh setiap bisnis,” ujar François.

Dari sisi efisiensi, Indosat Intelligence Suite menawarkan fleksibilitas model pembayaran melalui skema Pay as You Go, Unified Enterprise Credit, hingga Dedicated Capacity.

Perusahaan juga dapat mengonversi token menjadi kredit yang dialokasikan khusus untuk berbagai tim atau aplikasi di internal mereka.

Terkait aspek kedaulatan data, platform ini menyediakan fitur audit penggunaan dan pengaturan kebijakan keamanan yang ketat.

Bagi organisasi dengan regulasi penyimpanan data lokal yang spesifik, penggunaan Sahabat-AI dan model yang dihosting Indosat memungkinkan pemrosesan beban kerja tetap berada di dalam wilayah negara operasional.

Chief Revenue Officer F5, Chad Whalen, menyoroti tantangan yang kerap dihadapi perusahaan saat mentransformasi AI dari tahap uji coba ke produksi.

Menurutnya, keseimbangan antara inovasi, tata kelola, dan kepastian biaya merupakan kunci utama dalam keberhasilan penerapan teknologi ini.

Saat ini, Indosat menargetkan penetrasi platform tersebut kepada 50 entitas bisnis dan organisasi pada fase awal peluncurannya.

Layanan ini sudah tersedia bagi publik mulai Jumat (9/10/2026), lengkap dengan penawaran harga promosi sepanjang tahun melalui situs resmi perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *