Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja positif dengan penguatan sebesar 0,94 persen sepanjang periode perdagangan 5 September hingga 9 Oktober 2026.

Data perdagangan menunjukkan indeks bergerak fluktuatif dalam rentang 5.995 hingga 6.216.

Aktivitas pasar selama sepekan ini mencatatkan volume perdagangan mencapai 232,7 miliar lembar saham.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp81,13 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 8,4 juta kali.

Kapitalisasi pasar bursa pada penutupan pekan ini berada di angka Rp10.701 triliun.

Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 0,69 persen dibandingkan posisi pekan sebelumnya yang berada di level Rp10.905 triliun.

Dominasi investor lokal menjadi penopang utama likuiditas pasar dengan kontribusi sebesar 77 persen terhadap total nilai transaksi.

Sementara itu, porsi investor asing tercatat sebesar 23 persen dari total transaksi keseluruhan.

Investor lokal mencatatkan aksi beli sebesar Rp63,56 triliun dan aksi jual sebesar Rp61,12 triliun.

Di sisi lain, investor asing lebih banyak melakukan pelepasan aset dibandingkan pembelian.

Data IDX Mobile yang dikutip Sabtu (10/10/2026), menunjukkan investor asing mencatatkan nilai beli sebesar Rp17,57 triliun.

Namun, nilai jual investor asing mencapai angka Rp20,01 triliun.

Kondisi ini menghasilkan aksi jual bersih atau net sell oleh investor asing sebesar Rp2,44 triliun.

Realisasi net sell tersebut menunjukkan penurunan signifikan sebesar 51,44 persen jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya yang mencapai Rp5,04 triliun.

Selain pergerakan indeks, bursa mencatat sejumlah saham mencatatkan kenaikan harga yang cukup tajam.

Terdapat 10 saham yang masuk dalam kategori top gainers dengan penguatan di atas 45 persen.

PT Anugerah Kagum Karya Utama Tbk (AKKU) memimpin daftar dengan kenaikan 102,5 persen menjadi Rp81.

Disusul oleh PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk (ASMI) yang menguat 85,71 persen ke level Rp39.

Saham lainnya yang mencatatkan performa serupa adalah STRK, KKES, ALKA, CSMI, PCAR, IFSH, SAFE, dan PGLI.

Di sisi yang berlawanan, terdapat 10 saham yang masuk dalam kategori top losers dengan koreksi harga di atas 13 persen.

PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) mencatatkan pelemahan paling dalam sebesar 26,23 persen ke harga Rp270.

Saham PT Inter Delta Tbk (INTD) menyusul dengan penurunan sebesar 22,68 persen ke level Rp300.

Daftar saham dengan pelemahan signifikan lainnya diisi oleh TRIN, SONA, KOTA, UANG, JAWA, FORU, WAPO, dan TIFA.

Secara keseluruhan, dinamika pasar modal Indonesia menunjukkan resiliensi di tengah aksi jual asing yang masih berlanjut meski intensitasnya telah berkurang dibandingkan periode sebelumnya.IHSG Menguat Tipis, Aksi Jual Asing Mulai Meredam Pekan Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *