Los Angeles – Pemerintah Indonesia menjajaki potensi kemitraan strategis dengan Hollywood Chamber of Commerce (HCC) untuk memperluas jangkauan industri kreatif nasional ke pasar global.

Upaya ini dilakukan melalui partisipasi delegasi Indonesia dalam ajang the 4th Indonesia-US Digital Technology Forum: Creative Economy yang berlangsung di Los Angeles, Amerika Serikat, pada 5 hingga 8 Oktober 2026.

Pertemuan tersebut menjadi wadah bagi kedua belah pihak untuk merumuskan kerangka kerja sama yang mencakup pengembangan sumber daya manusia, skema produksi bersama, hingga penyusunan nota kesepahaman (MoU) antarsektor.

Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI, Grata Endah Werdaningtyas, memimpin langsung delegasi Indonesia dalam rangkaian agenda tersebut.

Grata menekankan bahwa Los Angeles merupakan pusat ekosistem hiburan dunia yang krusial bagi pertumbuhan ekonomi kreatif tanah air.

“Kami berharap hubungan yang lebih erat dengan Los Angeles dapat membuka peluang bagi talenta kreatif, kekayaan intelektual, dan pelaku industri kreatif Indonesia untuk terhubung dengan jaringan global,” ujar Grata sebagaimana dikutip dari siaran pers KJRI Los Angeles, Minggu (11/10/2026).

Senada dengan hal tersebut, Presiden sekaligus CEO HCC, Ron Frierson, menyambut antusias potensi kolaborasi dengan Indonesia.

Ia menilai bahwa kedua pihak memiliki visi yang sejalan dalam mendorong inovasi di sektor kewirausahaan dan hiburan.

“Kami berharap dapat mewujudkan hubungan tersebut menjadi kemitraan yang bermakna di bidang hiburan, pariwisata, dan bisnis, yang memberikan manfaat bagi para anggota kami serta mempererat hubungan antarkomunitas kita,” ungkap Frierson dalam siaran pers KJRI Los Angeles, Minggu (11/10/2026).

Sebagai informasi, Hollywood Chamber of Commerce merupakan entitas bisnis berpengaruh yang telah berdiri sejak tahun 1921.

Organisasi ini tidak hanya menaungi lebih dari 600 anggota industri hiburan, tetapi juga memegang kendali atas hak kekayaan intelektual ikonik dunia seperti Hollywood Sign dan Hollywood Walk of Fame.

Selain berdiskusi dengan pihak HCC, delegasi Indonesia turut melakukan pertemuan strategis dengan Wakil Wali Kota Los Angeles, Dilpreet Sidhu.

Fokus pembicaraan dalam pertemuan tersebut mencakup strategi pengembangan talenta di sektor film, animasi, musik, serta industri gim yang sedang berkembang pesat.

Agenda delegasi Indonesia di Amerika Serikat juga diisi dengan serangkaian pertemuan bersama para pemangku kepentingan utama industri hiburan dan teknologi.

Beberapa pihak yang terlibat dalam diskusi tersebut antara lain Warner Bros. Discovery, William Morris Endeavour (WME), serta komunitas AI Los Angeles.

Pemerintah juga memanfaatkan momen ini untuk memperkuat jejaring dengan kalangan akademisi dari University of Southern California.

Tidak ketinggalan, delegasi turut melakukan dialog dengan komunitas diaspora kreatif Indonesia yang berbasis di Los Angeles dan sekitarnya guna memetakan potensi sinergi di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *