Jakarta – PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) kini merambah sektor pengelolaan lingkungan melalui inovasi teknologi pengolahan sampah organik berbasis manufaktur.

Emiten komponen otomotif tersebut resmi menjalin kemitraan strategis dengan PT Enviro Mas Sejahtera.

Fokus utama kolaborasi ini adalah pengembangan mesin pengolah sampah organik bernama Rapid Digester atau SOMYA.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi bisnis perusahaan di luar sektor otomotif.

Manajemen PART menyatakan bahwa pengembangan SOMYA bertujuan memanfaatkan kapasitas manufaktur perusahaan untuk memproduksi peralatan industri non-otomotif.

“Perseroan terus menjalankan bisnis komponen otomotif roda dua dan roda empat, sekaligus memperluas peluang pertumbuhan melalui portofolio produk yang lebih beragam,” ujar manajemen PART sebagaimana dikutip dari keterangan resmi perusahaan, Rabu (14/10/2026).

Teknologi SOMYA dirancang khusus untuk mempercepat proses penguraian limbah organik rumah tangga secara mandiri.

Mesin ini mampu mengubah sampah organik menjadi kompos dalam waktu pengerjaan hanya delapan jam.

Efisiensi alat ini mampu menyusutkan volume sampah organik hingga 95 persen dengan cara menghilangkan kandungan air di dalamnya.

Inovasi ini diharapkan mampu mengatasi penumpukan limbah dari tingkat hulu sebelum mencapai tempat pembuangan akhir.

Penerapan teknologi ini juga mendapat perhatian dari otoritas pemerintah daerah.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, telah melakukan peninjauan langsung terhadap unit mesin SOMYA.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk memahami fungsi, mekanisme kerja, serta potensi penerapan teknologi ini dalam skala perkotaan.

Pihak perusahaan menjelaskan bahwa keberhasilan komersialisasi produk ini akan bergantung pada beberapa faktor krusial.

Realisasi penjualan, perolehan kontrak, serta kesiapan kapasitas produksi menjadi penentu utama kontribusi pendapatan.

Selain itu, keberhasilan pengembangan pasar dan evaluasi teknis akan menjadi acuan bagi calon pengguna.

Sinergi dengan PT Enviro Mas Sejahtera membuka ruang bagi ekspansi ke berbagai fasilitas pengelolaan sampah daerah maupun sektor industri.

Pengembangan ini dilakukan dengan mempertimbangkan kelayakan ekonomi dan mekanisme pengadaan yang berlaku.

Diversifikasi ini diharapkan dapat memberikan sumber pendapatan tambahan bagi perusahaan di masa mendatang.

Di lantai bursa, pelaku pasar merespons positif langkah strategis emiten tersebut.

Hingga penutupan perdagangan sesi pertama hari ini, Rabu (14/10/2026), harga saham PART tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,91 persen ke level Rp 111 per lembar saham.

Secara akumulatif sepanjang tahun berjalan, harga saham perusahaan telah mencatatkan penguatan sebesar 2,78 persen.

Pemanfaatan kemampuan manufaktur otomotif untuk memproduksi mesin pengolah lingkungan menjadi langkah konkret perusahaan dalam menjawab tantangan pengelolaan limbah perkotaan yang semakin mendesak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *