Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan akhir pekan, Sabtu (29/8/2026), dengan pelemahan tipis di tengah derasnya aksi jual oleh investor asing.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG tertekan sebesar 0,05% atau 3,62 poin dan harus parkir di level 6.518,12.

Sentimen negatif pasar dipicu oleh arus modal keluar dari investor asing yang mencatatkan nilai jual bersih atau net sell mencapai Rp 482,24 miliar di seluruh pasar.

Pergerakan indeks sepanjang sesi perdagangan berlangsung fluktuatif dengan rentang harga terendah di level 6.495 dan tertinggi menyentuh 6.566.

Dominasi tekanan jual terlihat jelas dari statistik saham yang diperdagangkan di lantai bursa.

Tercatat sebanyak 328 emiten mengalami koreksi harga saat penutupan pasar.

Sementara itu, hanya 276 saham yang berhasil mencatatkan penguatan di tengah sentimen negatif.

Sebanyak 188 saham lainnya terpantau bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga dibandingkan sesi sebelumnya.

Aktivitas perdagangan domestik mencatatkan volume yang cukup masif dengan total 35,30 miliar saham yang berpindah tangan.

Nilai transaksi harian yang dibukukan oleh para pelaku pasar mencapai angka Rp 15,14 triliun.

Investor asing terpantau melepas sejumlah saham berkapitalisasi besar yang menjadi penekan utama indeks.

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menempati urutan pertama saham dengan net sell terbesar asing senilai Rp 166,51 miliar.

Selanjutnya, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatatkan nilai jual bersih asing sebesar Rp 76,51 miliar.

Posisi ketiga ditempati oleh PT Indosat Tbk (ISAT) dengan nilai net sell mencapai Rp 67,42 miliar.

Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga menjadi sasaran aksi jual dengan nilai Rp 61,88 miliar.

Di urutan kelima, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencatat net sell asing sebesar Rp 54,2 miliar.

Aksi lepas saham juga menyasar sektor otomotif dan alat berat melalui PT Astra International Tbk (ASII) dengan nilai Rp 51,37 miliar.

PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) turut mencatatkan net sell asing sebesar Rp 40,58 miliar.

Sektor pertambangan logam juga mengalami tekanan, terlihat dari PT Timah Tbk (TINS) yang mencatat net sell sebesar Rp 30,02 miliar.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menyusul dengan nilai jual bersih asing mencapai Rp 28,26 miliar.

Terakhir, PT United Tractors Tbk (UNTR) melengkapi daftar 10 saham dengan net sell asing terbesar senilai Rp 23,33 miliar.

Kondisi pasar yang melemah pada akhir pekan ini mencerminkan sikap hati-hati investor terhadap volatilitas jangka pendek.

Data RTI Business menunjukkan bahwa tekanan jual asing menjadi faktor utama yang menghalangi IHSG untuk bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *