Jakarta – Dominasi investor institusi menjadi penggerak utama di balik lonjakan harga aset kripto sepanjang Agustus 2026.
Data pasar menunjukkan Bitcoin dan Ethereum mencatatkan penguatan bulanan yang signifikan, namun belum diiringi oleh lonjakan aktivitas dari investor ritel.
Berdasarkan data CoinMarketCap per Rabu (2/9/2026), Bitcoin berada di level US$ 78.074 dengan kenaikan bulanan sebesar 22,33%.
Ethereum juga mencatatkan performa serupa dengan penguatan 20,84% hingga menyentuh angka US$ 2.470,3.
Meski terjadi rebound, performa aset kripto secara tahun berjalan atau year to date masih menunjukkan tekanan.
Bitcoin tercatat masih terkoreksi 11,71%, sementara Ethereum turun 16,84% dibandingkan posisi awal tahun.
Presiden Direktur PINTU, Andy Putra, menyatakan bahwa data on-chain saat ini belum mencerminkan keterlibatan ritel yang masif.
“Melihat kenaikan harga yang didorong oleh beberapa katalis, saya melihat pergerakan saat ini lebih banyak didorong oleh aktivitas institusi,” ujar Andy, Senin (1/9/2026).
Dia menambahkan bahwa berdasarkan data on-chain, belum terlihat adanya lonjakan signifikan dari aktivitas retail holder.
Kondisi tersebut justru dipandang sebagai indikasi bahwa pasar masih memiliki ruang untuk penguatan lebih lanjut di masa depan.
“Artinya, masih ada ruang untuk penguatan lebih lanjut jika partisipasi investor retail mulai kembali ke pasar,” jelasnya.
Optimisme ini bergantung pada kombinasi antara arus dana institusi yang tetap kuat dan kembalinya minat ritel.
Namun, Andy belum berani mengonfirmasi bahwa tren saat ini merupakan sinyal pembalikan arah atau reversal bullish.
Strategi investasi yang disarankan bagi investor ritel saat ini adalah menghindari upaya menebak waktu terbaik untuk masuk ke pasar.
Pendekatan Dollar Cost Averaging (DCA) atau investasi berkala dinilai sebagai langkah mitigasi risiko yang tepat.
Strategi ini memungkinkan investor melakukan alokasi modal secara bertahap tanpa harus mempertaruhkan seluruh dana dalam satu transaksi.
Penerapan strategi tersebut, menurutnya, harus tetap disesuaikan dengan profil risiko masing-masing investor.
Mengenai prospek hingga akhir 2026, Bitcoin memiliki level harga krusial yang perlu diperhatikan.
Level US$ 82.814 dipandang sebagai batas atas yang harus ditembus untuk membuka peluang kenaikan menuju US$ 90.000.
Di sisi lain, level US$ 67.000 menjadi batas bawah yang menentukan apakah momentum bearish akan kembali mendominasi pasar.
Selama belum menembus kedua level tersebut, Bitcoin diprediksi akan bergerak dalam rentang US$ 73.000 hingga US$ 81.000.
Sementara itu, Ethereum dinilai memiliki prospek yang lebih bullish setelah berhasil menembus level resistance di US$ 2.465.
Ethereum kini dituntut untuk mempertahankan posisinya di atas US$ 2.350 agar pola breakout-retest tetap terjaga.
Jika level tersebut gagal dipertahankan, maka support kuat berikutnya bagi Ethereum berada di angka US$ 2.230.










