Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja impresif pada perdagangan Kamis (3/9/2026) dengan ditutup menguat 1,09% ke level 6.667,89.

Lonjakan ini didorong oleh kombinasi sentimen positif dari pasar global, penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta kenaikan harga sejumlah komoditas unggulan.

Head of Research KISI, Muhammad Wafi, menyatakan bahwa kenaikan ini merupakan rebound signifikan setelah indeks sempat mengalami volatilitas dan koreksi tipis.

Menurut Wafi, stabilitas inflasi dalam negeri serta konfirmasi Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia menjadi katalis utama bagi investor.

“Faktor domestik: konfirmasi Gubernur BI Destry Damayanti yang positive structural, inflasi Agustus masih terjaga,” ujar Wafi, dikutip dari keterangan resminya, Kamis (3/9/2026).

Selain faktor internal, situasi pasar global turut memberikan dorongan kuat bagi pergerakan indeks domestik.

Penurunan yield US Treasury serta dominasi sentimen risk-on di bursa Asia berhasil meredam kekhawatiran pelaku pasar terhadap ketegangan geopolitik di Selat Hormuz.

“Penguatan mayoritas bursa Asia hari ini, penurunan yield US Treasury (positive shift dari level tinggi kemarin), dan sentimen risk-on lebih dominan daripada kekhawatiran geopolitik Selat Hormuz,” imbuh Wafi.

Sejalan dengan pandangan tersebut, Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menambahkan bahwa kenaikan harga komoditas seperti emas dan batu bara menjadi pendukung tambahan bagi indeks.

“Penguatan IHSG ini masih sejalan dengan analisis yang kami sampaikan pada report pagi, dimana masih terdapat peluang penguatan dari IHSG,” jelas Herditya.

Secara teknikal, IHSG telah berhasil menembus area resistance kuat di level 6.635–6.666.

Wafi memproyeksikan area support indeks saat ini berada di rentang 6.476–6.500, sementara jika momentum berlanjut, target resistance selanjutnya ada di kisaran 6.700–6.730.

Namun, para analis memperingatkan adanya potensi aksi ambil untung atau profit taking pada perdagangan Jumat (4/9/2026).

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menyebut bahwa investor cenderung bersikap hati-hati menjelang akhir pekan.

“IHSG berpeluang menguji level 6.705 pada perdagangan Jumat (4/9), namun perlu diwaspadai potensi profit taking menjelang akhir pekan di tengah ketidakpastian global yang relatif tinggi,” tulis Alrich dalam risetnya.

Ketidakpastian global tersebut dipicu oleh rencana rilis data nonfarm payrolls (NFP) dan tingkat pengangguran Amerika Serikat.

Selain itu, pelaku pasar juga menantikan hasil pertemuan OPEC+ pada 6 September mendatang yang akan menentukan kebijakan produksi minyak dunia.

Wafi turut mengingatkan investor untuk tetap waspada terhadap risiko koreksi jangka pendek.

“Given kenaikan tajam hari ini setelah sepekan rally, risiko profit taking genuinely perlu diwaspadai,” tegas Wafi.

Di tengah dinamika pasar tersebut, sejumlah saham direkomendasikan untuk dicermati, termasuk ASII, BMRI, CDIA, SMRA, JPFA, PANI, CPIN, ANTM, dan ARCI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *