Bogor – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) saat ini tengah mematangkan proses akuisisi bisnis otomotif Cycle & Carriage yang beroperasi di wilayah Singapura dan Malaysia.

Langkah strategis ini merupakan bagian integral dari peta jalan transformasi perusahaan guna memperluas portofolio bisnis di luar sektor inti petrokimia.

Head of Corporate Communications Chandra Asri Group, Chrysanthi Tarigan, menyatakan bahwa transaksi tersebut hingga kini masih berada dalam tahap kondisional.

Pihak manajemen belum dapat menentukan tanggal pasti penyelesaian transaksi karena masih ada sejumlah proses administrasi yang harus diselesaikan sebelum dokumen final ditandatangani.

“Untuk rencana akuisisi tertentu, prosesnya masih bersifat kondisional. Kami masih menunggu proses conditional tersebut sebelum dapat memfinalisasi dokumen dan transaksi,” ujar Chrysanthi dalam acara TRACE34 di Sentul, Bogor, Sabtu (12/9/2026).

Nilai estimasi pembelian aset dalam transaksi ini diproyeksikan mencapai 265 juta dolar Singapura atau setara dengan US$ 207 juta.

Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporat Chandra Asri Group, Suryandi, sebelumnya mengungkapkan bahwa ekspansi ke sektor mobilitas bertujuan membangun platform bisnis regional yang lebih kokoh.

“Sektor mobilitas menjadi salah satu fokus pengembangan kami ke depan,” kata Suryandi, Jumat (21/8/2026).

Menurut Suryandi, akuisisi ini akan melengkapi ekosistem bisnis energi yang telah dimiliki perseroan, yakni jaringan ritel bahan bakar bermerek Esso di Singapura.

Integrasi bisnis Cycle & Carriage nantinya akan mencakup layanan distribusi kendaraan, dealer, layanan purnajual, hingga penyewaan kendaraan komersial.

“Oleh karena itu, langkah ini bukan sekadar ekspansi ke bisnis baru, melainkan sebagai upaya membangun ekosistem energi dan transportasi yang lebih terintegrasi di Asia Tenggara,” ungkapnya.

Di sisi lain, diversifikasi bisnis menjadi instrumen krusial bagi Chandra Asri dalam menjaga stabilitas keuangan perusahaan.

Strategi ini diterapkan di tengah kondisi industri petrokimia global yang sedang mengalami fase penurunan atau downcycle.

“Dari sisi kinerja, diversifikasi bisnis cukup membantu menjaga keseimbangan perusahaan. Walaupun petrokimia sekarang mengalami downcycle, kami memiliki bisnis lain, termasuk sektor energi dan mobilitas, yang dapat membantu menyeimbangkan kinerja perusahaan,” jelas Chrysanthi.

Selain fokus pada akuisisi, perseroan tetap berkomitmen merampungkan proyek-proyek strategis lainnya yang ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2027.

Pernyataan tersebut disampaikan di sela-sela perayaan ulang tahun ke-34 perusahaan melalui kegiatan olahraga lingkungan di Cisadon, Sentul.

Melalui kegiatan tersebut, perseroan menegaskan komitmennya untuk tidak hanya berfokus pada pertumbuhan industri, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan.

Hingga saat ini, Chandra Asri terus memantau perkembangan proses akuisisi sembari tetap menjalankan operasional bisnis di berbagai sektor yang telah dirambah, yakni energi, infrastruktur, dan solusi mobilitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *