Makassar – Kondisi antrean kendaraan di 35 dari 45 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dilaporkan telah melandai secara signifikan per Selasa, 15 September 2026.
Pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mencatat durasi waktu tunggu masyarakat untuk memperoleh bahan bakar minyak (BBM) kini semakin singkat dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Perbaikan situasi ini merupakan dampak langsung dari sinergi serta evaluasi berkelanjutan antara pihak perusahaan dengan pemerintah daerah setempat.
“Sekitar 80% SPBU sudah menunjukkan kondisi antrean yang semakin kondusif. Waktu tunggu masyarakat juga semakin singkat,” ujar Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo, dikutip dari siaran pers resmi perusahaan, Senin (14/9).
Okky menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi di lapangan untuk memastikan pelayanan BBM subsidi tetap berjalan optimal.
Langkah-langkah strategis telah diterapkan guna memangkas antrean panjang yang sempat terjadi di berbagai titik.
Pertamina menambah jumlah operator serta memperbanyak jalur pelayanan BBM subsidi di sejumlah SPBU strategis.
Selain itu, perusahaan telah menetapkan 25 SPBU untuk beroperasi selama 24 jam penuh guna meningkatkan kapasitas distribusi.
Penyediaan titik penyaluran tambahan melalui SPBU Modular di kawasan Center Point of Indonesia (CPI) juga menjadi bagian dari upaya perluasan akses bagi masyarakat.
Meski situasi mulai terkendali, Pertamina tetap mengimbau masyarakat agar melakukan pengisian BBM sesuai kebutuhan riil.
Pelanggan diminta untuk mematuhi ketentuan yang berlaku dan menghindari praktik pembelian berlebihan yang dapat mengganggu ketersediaan stok di SPBU.
Pihak perusahaan menyediakan saluran pengaduan Pertamina Contact Center (PCC) 135 yang aktif selama 24 jam bagi masyarakat yang membutuhkan informasi terkait layanan.
Di sisi lain, pemerintah pusat menyoroti adanya modus penyelewengan yang berkontribusi terhadap kelangkaan BBM di Makassar.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkap adanya praktik modifikasi tangki kendaraan yang dilakukan oknum tertentu.
“Sekarang sedang viral, contoh di Makassar itu ada mobil Fortuner dan truk membuat tangki yang muatnya 700 liter sampai 1 ton (BBM). Mereka antre BBM hanya untuk tujuan tertentu,” kata Bahlil saat ditemui seusai acara InTechSEA 2026, di Jakarta, Senin (14/9).
Bahlil menegaskan bahwa penyalahgunaan BBM bersubsidi tidak dapat ditoleransi karena hak tersebut seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Selain faktor kecurangan, kelangkaan juga dipicu oleh pergeseran pola konsumsi masyarakat yang mampu beralih menggunakan BBM bersubsidi.
“Saya mengimbau kepada Saudara-Saudara yang mampu, kendaraannya bagus masa mengambil hak subsidi rakyat lainnya?” ujar Bahlil dalam pernyataan yang sama.
Pemerintah saat ini telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk menindak tegas pelaku penyelewengan.
Langkah pengawasan ketat terus dilakukan guna memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran dan tidak kembali memicu antrean panjang di wilayah Sulawesi Selatan.










