Jakarta – Investor asing menunjukkan sikap optimistis terhadap pasar modal Indonesia dengan mencatatkan aksi beli bersih atau net buy senilai Rp 567,96 miliar di seluruh pasar pada perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026.
Aksi borong saham oleh investor asing ini terjadi di tengah sentimen negatif yang menekan pasar domestik secara signifikan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (15/10/2026) terpantau anjlok sebesar 1,33% atau 79,24 poin.
Indeks akhirnya harus parkir di level 5.863,78 saat bel penutupan perdagangan berbunyi.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan performa pasar sehari sebelumnya yang sempat ditutup di zona hijau.
Tekanan jual yang melanda pasar saham Indonesia tercermin dari pelemahan yang merata di seluruh sektor industri.
Sektor barang konsumer nonprimer mencatat kinerja paling buruk dengan koreksi tajam sebesar 3,20%.
Pelemahan juga menghantam sektor energi yang merosot 3% serta sektor perindustrian yang terkoreksi 2,43%.
Sektor infrastruktur turut tertekan sebesar 2,41%, disusul sektor transportasi dengan penurunan 2,06%.
Sektor barang baku ikut melandai 1,68%, sementara sektor properti dan real estat melemah 1,41%.
Tekanan serupa dialami sektor teknologi sebesar 1,29% dan barang konsumer primer sebesar 1,14%.
Sektor keuangan dan kesehatan menjadi sektor dengan pelemahan paling moderat, masing-masing turun 0,64% dan 0,15%.
Dominasi tekanan jual di lantai bursa terlihat dari pergerakan harga saham emiten.
Sebanyak 567 saham terpantau berakhir di zona merah sepanjang hari perdagangan.
Hanya terdapat 108 saham yang mampu bertahan di zona hijau dan 120 saham lainnya stagnan.
Meskipun indeks tertekan, aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia tetap terpantau aktif.
Volume perdagangan tercatat mencapai 35,02 miliar saham dengan total nilai transaksi sebesar Rp 13,21 triliun.
Data Bursa Efek Indonesia melalui RTI Business menunjukkan bahwa aksi beli asing masih terkonsentrasi pada saham-saham berkapitalisasi pasar besar.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham dengan nilai net buy asing terbesar, yakni mencapai Rp 286,1 miliar.
Posisi selanjutnya ditempati oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan nilai beli bersih Rp 90,73 miliar.
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menyusul dengan catatan net buy asing sebesar Rp 72,32 miliar.
Investor asing juga mengakumulasi saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) senilai Rp 62,08 miliar.
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatatkan nilai beli bersih Rp 53,33 miliar.
Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) diborong asing senilai Rp 42,95 miliar.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat net buy sebesar Rp 34,26 miliar.
Sementara itu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) masing-masing mencatatkan net buy sebesar Rp 24,79 miliar, Rp 24,7 miliar, dan Rp 21,02 miliar.










