Jakarta – PT Phapros Tbk (PEHA) mencatatkan lonjakan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang enam bulan pertama tahun 2026.

Emiten farmasi tersebut berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 15,29 miliar pada semester I-2026.

Capaian ini merepresentasikan kenaikan tajam sebesar 541% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai Rp 2,83 miliar.

Peningkatan laba bersih tersebut turut berdampak pada laba per saham dasar perusahaan yang melonjak menjadi Rp 18 per saham.

Angka tersebut naik signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di level Rp 3 per saham.

Pertumbuhan laba tersebut didorong oleh kenaikan penjualan neto yang tercatat mencapai Rp 482,85 miliar.

Nilai tersebut naik 5,4% dibandingkan realisasi penjualan pada semester I-2025 yang sebesar Rp 458,23 miliar.

Manajemen Phapros mampu menjaga beban pokok penjualan tetap stabil di angka Rp 239,36 miliar di tengah kenaikan pendapatan.

Stabilitas beban produksi ini berkontribusi pada kenaikan laba bruto perseroan sebesar 10,8% menjadi Rp 243,49 miliar.

Pada periode sebelumnya, laba bruto perusahaan tercatat sebesar Rp 219,77 miliar.

Meskipun beban usaha perusahaan mengalami peningkatan dari Rp 180,94 miliar menjadi Rp 200,19 miliar, efisiensi operasional tetap terjaga.

Perseroan berhasil mencatatkan pendapatan lain-lain bersih positif sebesar Rp 250 juta pada semester I-2026.

Angka ini merupakan perbaikan drastis dibandingkan kerugian lain-lain sebesar Rp 3,77 miliar pada periode tahun lalu.

Kinerja operasional yang kuat ini mendorong laba usaha Phapros naik 24,2% menjadi Rp 43,56 miliar.

Sebagai perbandingan, pada semester I-2025, laba usaha perusahaan tercatat berada di level Rp 35,06 miliar.

Dari sisi manajemen keuangan, penghasilan keuangan perseroan naik tajam menjadi Rp 1,26 miliar dari Rp 340,79 juta.

Beban keuangan perusahaan juga terpantau menurun menjadi Rp 22,87 miliar dari sebelumnya Rp 24,74 miliar.

Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat laba sebelum pajak perseroan meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi Rp 21,95 miliar.

Setelah memperhitungkan beban pajak tangguhan sebesar Rp 6,97 miliar, laba periode berjalan yang dikantongi perusahaan adalah Rp 14,97 miliar.

Kondisi neraca keuangan Phapros per Juni 2026 menunjukkan total aset mencapai Rp 1,45 triliun.

Nilai aset tersebut meningkat dibandingkan posisi akhir Desember 2025 yang tercatat sebesar Rp 1,38 triliun.

Sementara itu, liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 1,01 triliun dengan ekuitas mencapai Rp 438,23 miliar.

Posisi kas dan setara kas perseroan juga menunjukkan penguatan yang cukup signifikan pada akhir periode.

Total saldo kas dan setara kas per Juni 2026 mencapai Rp 162 miliar, naik dari Rp 51,48 miliar pada periode yang sama tahun lalu, menurut laporan keuangan perusahaan, Senin (31/8/2026).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *