Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja positif pada perdagangan Selasa (8/9/2026) dengan ditutup menguat 66,76 poin atau 1,01% ke level 6.686,44.
Dinamika pasar hari ini didorong oleh aksi beli investor yang berhasil mengangkat 363 saham ke zona hijau.
Sebaliknya, sebanyak 244 saham tercatat mengalami pelemahan, sementara 185 saham lainnya tetap stagnan.
Aktivitas perdagangan di bursa mencatatkan volume transaksi sebesar 36,27 miliar saham dengan nilai total mencapai Rp 15,48 triliun.
Penguatan IHSG ditopang oleh kinerja mayoritas sektor, di mana delapan indeks sektoral berhasil mencatatkan kenaikan.
Sektor barang baku menjadi motor utama penggerak indeks dengan kenaikan mencapai 2%.
Pencapaian tersebut disusul oleh sektor barang konsumen non-siklikal yang naik 1,39% dan sektor perindustrian yang menguat 1,22%.
Di sisi lain, tekanan terjadi pada tiga sektor yang berakhir di zona merah.
Sektor kesehatan memimpin pelemahan dengan koreksi 0,59%.
Selanjutnya, sektor teknologi turun 0,34% dan sektor barang konsumen siklikal melemah 0,13%.
Memasuki sesi perdagangan Rabu (9/9/2026), para analis mulai memetakan strategi bagi para pelaku pasar untuk sejumlah saham emiten.
Saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menjadi perhatian karena dinilai telah memasuki area extremely overbought.
“Pergerakan harga saham PTBA dinilai telah masuk ke area extremely overbought, sehingga koreksi wajar diperkirakan sudah dan tengah terjadi,” ujar Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta.
Nafan menyarankan investor untuk menerapkan strategi sell on strength dengan mencermati target harga di kisaran Rp 2.930 hingga Rp 3.150.
Sementara itu, saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) terpantau masih bergerak konsolidasi di atas garis MA10 pada level Rp 1.791.
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi menyatakan bahwa indikator Relative Strength Index (RSI) bergerak naik secara terbatas, namun MACD mulai mengindikasikan pelemahan tren.
Oktavianus merekomendasikan speculative buy dengan target resistance di Rp 1.910 dan cut loss jika harga menembus support di bawah Rp 1.765.
Terakhir, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) secara teknikal masih menunjukkan tren positif karena harga bertahan di atas MA20 dengan indikator MACD yang masih bullish.
Kendati demikian, Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda memperingatkan adanya potensi rejection jangka pendek karena harga sedang menguji resistance MA200 di kisaran Rp 231.
Reza menyarankan investor untuk melakukan buy on weakness pada area Rp 212 hingga Rp 220 dengan target resistance di Rp 230 hingga Rp 235.
Dirinya menekankan agar pelaku pasar lebih bijak dengan menunggu pullback dibandingkan melakukan pengejaran harga saat ini.










