Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa positif sepanjang periode perdagangan 18 hingga 21 Agustus 2026.

Data dari IDX Mobile mencatat penguatan IHSG sebesar 1,18 persen dalam kurun waktu empat hari perdagangan tersebut.

Selama periode ini, indeks bergerak fluktuatif pada rentang level 6.374 hingga 6.552.

Aktivitas perdagangan mencatatkan volume sebesar 201,22 miliar lembar saham.

Nilai transaksi total yang dihimpun selama sepekan mencapai Rp62,3 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 8,84 juta kali.

Peningkatan aktivitas perdagangan ini turut berdampak pada nilai kapitalisasi pasar bursa.

Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp11.449 triliun pada penutupan pekan ini.

Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 1,83 persen dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di level Rp11.243 triliun.

Dominasi transaksi di lantai bursa masih dipegang oleh investor domestik dengan porsi mencapai 69 persen.

Sementara itu, investor asing berkontribusi sebesar 31 persen terhadap total nilai transaksi.

Investor lokal tercatat melakukan aksi beli senilai Rp42,16 triliun, sementara aksi jual mencapai Rp44,39 triliun.

Di sisi lain, investor asing mencatatkan akumulasi beli yang lebih dominan dibandingkan aksi jualnya.

Total aksi beli investor asing mencapai Rp20,13 triliun, sedangkan aksi jual tercatat sebesar Rp17,89 triliun.

Kondisi ini menghasilkan posisi net buy asing senilai Rp2,23 triliun sepanjang pekan tersebut.

Capaian ini dinilai signifikan mengingat pada pekan sebelumnya, pasar justru mencatatkan net sell sebesar Rp1,58 triliun.

Selain pergerakan indeks, sejumlah saham mencatatkan kenaikan harga yang cukup impresif.

Sebanyak 10 saham berhasil masuk dalam daftar top gainers dengan kenaikan lebih dari 27 persen.

PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) memimpin daftar dengan penguatan 76,7 persen ke level Rp364.

Posisi berikutnya diikuti oleh PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) dan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) yang keduanya menguat 75,48 persen ke level Rp4.580.

Emiten lainnya yang mencatatkan kenaikan signifikan adalah PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) sebesar 52,74 persen.

Kemudian terdapat PT Oxala Energy International Tbk (PIPA) dengan penguatan 44,35 persen.

Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) juga menguat 41,03 persen.

Di sisi berlawanan, terdapat tekanan jual pada beberapa emiten yang menyebabkan penurunan harga cukup dalam.

Tercatat 10 saham mengalami pelemahan di atas 9 persen sepanjang pekan.

PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) memimpin daftar top losers dengan koreksi 35,56 persen ke level Rp2.320.

Selanjutnya, saham PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) turun 23,08 persen ke level Rp300.

Penurunan juga terjadi pada PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) sebesar 18,29 persen, diikuti PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO) sebesar 15,38 persen.IHSG Menguat Sepekan, Investor Asing Borong Saham Rp2,2 Triliun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *