Jakarta – Saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) tetap menjadi pilihan utama bagi para investor meski pasar modal domestik saat ini sedang berada dalam fase volatilitas tinggi.

Rekomendasi beli untuk emiten ritel dan distributor perangkat telekomunikasi ini tetap dipertahankan oleh para analis di tengah proyeksi kinerja keuangan yang solid hingga akhir tahun 2026.

Sentimen positif tersebut didorong oleh keberhasilan perusahaan dalam mengoptimalkan tren premiumisasi produk elektronik di pasar domestik.

Pergerakan harga saham ERAA sempat mengalami koreksi pada perdagangan Senin (7/9/2026) dengan ditutup di level Rp 575 per lembar.

Angka tersebut mencerminkan penurunan sebesar 15 poin atau sekitar 2,54% dibandingkan hari perdagangan sebelumnya.

Namun, jika ditarik dalam rentang waktu sebulan terakhir, saham ERAA justru mencatatkan performa impresif dengan akumulasi kenaikan mencapai 23,92%.

Pencapaian ini melampaui kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dalam periode 30 hari terakhir hanya mampu tumbuh sebesar 3,28% ke posisi 6.619,67.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Jonathan Guyadi, memproyeksikan penjualan ERAA pada kuartal III 2026 akan tumbuh sebesar 4,8% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Lonjakan laba bersih diprediksi jauh lebih signifikan, yakni mencapai 53% yoy.

Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh tren up-trading, di mana konsumen mulai beralih ke perangkat dengan harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) yang lebih tinggi.

“Sebagian besar merek telah meluncurkan model premium baru untuk meneruskan kenaikan biaya chipset global kepada konsumen,” ujar Jonathan dalam risetnya yang dirilis pada 17 Juli 2026.

Kekuatan operasional Erajaya tercermin dari indikator Same-Store Sales Growth (SSSG) yang mencapai 7,2% dalam lima bulan pertama tahun 2026.

Permintaan pasar domestik terhadap lini produk flagship kelas atas, seperti iPhone 17 Pro Max, terpantau tetap tangguh meski terdapat tekanan ekonomi global.

Pertumbuhan perusahaan juga disokong oleh ekspansi di sektor gaya hidup aktif melalui anak usahanya, PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL).

Lini bisnis ERAL mencatatkan SSSG sebesar 10,8% selama lima bulan pertama tahun 2026.

Manajemen Erajaya kini berfokus memperluas kontribusi pendapatan dari segmen active lifestyle hingga mencapai 25% hingga 30% dari total pendapatan perusahaan.

Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan Return on Equity (ROE) secara jangka panjang.

Sebagai langkah nyata menjaga kepercayaan investor, perusahaan telah memulai program pembelian kembali saham (buyback) senilai maksimal Rp 500 miliar.

Aksi korporasi ini dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, terhitung sejak 4 September hingga 4 Desember 2026, dengan target penyerapan mencapai 797,5 juta lembar saham.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *