Jakarta – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia secara resmi melakukan transformasi model bisnis menuju layanan wealth management berskala global.
Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas meningkatnya kompleksitas kebutuhan investasi dan dinamika pasar modal yang semakin selektif di Indonesia.
Perusahaan kini meninggalkan model bisnis perantara pedagang efek tradisional yang hanya berfokus pada instrumen saham tunggal.
Pergeseran ini dinilai krusial mengingat pertumbuhan kelas konsumen affluent di Indonesia membutuhkan pengelolaan aset yang lebih komprehensif.
Direktur PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tomi Taufan, menegaskan bahwa fokus perusahaan saat ini telah beralih dari model product-centric menjadi client-centric.
Pendekatan client-centric menempatkan profil risiko serta tujuan investasi nasabah sebagai prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan.
“Karena saham belum tentu cocok untuk segala situasi, kondisi market, dan risk profile nasabah. Nasabah juga tidak harus selalu berfokus mengakselerasi pertumbuhan aset, namun harus juga memperhitungkan pengelolaan risiko,” ucap Tomi, Kamis (10/9/2026).
Transformasi ini didorong oleh kesadaran bahwa literasi keuangan masyarakat Indonesia telah berkembang melampaui sekadar pengejaran imbal hasil.
Tomi menambahkan bahwa langkah awal dalam pendekatan baru ini adalah pemahaman mendalam terhadap kebutuhan spesifik setiap nasabah.
“Sekarang kalau berbicara client-centric, hal paling pertama yang harus dibangun pada saat pendekatan adalah penyesuaian kebutuhan nasabah. Mirae Asset bisa pelajari dulu risk profile nasabah dan tujuan investasinya,” ujar Tomi sebagaimana dikutip dari wawancara eksklusif perusahaan.
Kekuatan utama dalam ekspansi ini terletak pada integrasi jaringan global Mirae Asset yang tersebar di 47 negara.
Perusahaan menargetkan investor High-Net-Worth (HNW) Indonesia yang selama ini cenderung menempatkan 31% kekayaannya di portofolio luar negeri.
Nasabah kini diberikan akses langsung ke lini produk Global X yang mencakup 769 instrumen Exchange Traded Fund (ETF) dengan total Asset Under Administration (AUA) mencapai USD275 miliar.
Dukungan infrastruktur digital juga menjadi pilar penting melalui pembaruan aplikasi M-STOCK.
Platform tersebut kini memungkinkan nasabah melakukan konsolidasi portofolio secara terpusat, mulai dari saham, reksa dana, hingga obligasi.
Layanan ini juga didukung oleh 24 Office Education yang tersebar di berbagai wilayah strategis di Indonesia untuk memastikan aksesibilitas layanan.
Tujuan akhir dari transformasi ini adalah menjaga ketahanan aset nasabah agar tetap terjaga nilainya di tengah kondisi ekonomi global yang fluktuatif.
“Karena Mirae Asset hadir tidak hanya memikirkan return yang tinggi. Tapi bagaimana kita bantu nasabah supaya aset mereka tidak tergerus. Makanya dengan produk yang kita tawarkan ini, dengan ramuan yang pas, dengan advisory yang memang bisa diterima, satu tujuan return kita capai,” pungkas Tomi.










