Jakarta – PT Astra International Tbk (ASII) resmi meluncurkan aksi korporasi berupa penawaran tender sukarela untuk meningkatkan porsi kepemilikan saham di PT Astra Otoparts Tbk (AUTO).
Langkah strategis ini ditujukan untuk memperkuat posisi kendali perusahaan di sektor komponen otomotif.
Berdasarkan data yang dihimpun pada Senin (12/10/2026), ASII menetapkan harga penawaran sebesar Rp 3.600 per lembar saham.
Direktur sekaligus Corporate Secretary Astra Otoparts, Sophie Handili, mengonfirmasi bahwa perusahaan telah menerima pemberitahuan resmi terkait rencana tersebut.
“Pada tanggal 12 Oktober 2026, perusahaan telah menerima pemberitahuan dari ASII yang menginformasikan bahwa ASII telah mengumumkan pernyataan penawaran tender sukarela atas saham AUTO dalam surat kabar,” ujar Sophie dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, dikutip dari Keterbukaan Informasi BEI (12/10/2026).
Jika seluruh target saham terserap sepenuhnya, kepemilikan saham ASII di Astra Otoparts akan terdongkrak dari 80% menjadi maksimal 84,947%.
Secara rinci, ASII menargetkan pembelian maksimal sebanyak 238.442.293 lembar saham AUTO.
Jumlah tersebut setara dengan 4,947% dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan.
Untuk merealisasikan rencana ekspansi kepemilikan ini, ASII telah menyiapkan dana segar dengan nilai total mencapai Rp 858,39 miliar.
Sophie menambahkan bahwa proses ini telah mendapatkan lampu hijau dari regulator pasar modal.
“Pernyataan penawaran tender sukarela tersebut telah dinyatakan efektif oleh OJK,” jelasnya dalam pernyataan resmi yang sama.
Aksi korporasi ini menarik perhatian investor di tengah fluktuasi harga saham kedua emiten tersebut di bursa.
Pada perdagangan hari ini, Senin (12/10/2026), saham AUTO ditutup menguat tipis sebesar 0,3% ke level Rp 3.380 per saham.
Namun, jika ditarik dalam periode lima hari perdagangan terakhir, saham AUTO tercatat mengalami koreksi sebesar 2,87%.
Di sisi lain, saham ASII justru mencatatkan pelemahan sebesar 0,21% dan berakhir di harga Rp 4.810 per saham pada sesi perdagangan hari ini.
Meski demikian, secara performa mingguan, saham induk usaha tersebut masih mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,84%.
Penawaran tender sukarela ini menjadi bagian dari upaya restrukturisasi internal grup untuk mengoptimalkan operasional bisnis di segmen komponen otomotif.
Pelaku pasar kini memantau sejauh mana antusiasme pemegang saham publik dalam merespons harga penawaran yang dipatok oleh ASII tersebut.
Keputusan final mengenai keberhasilan penyerapan saham akan bergantung pada partisipasi pemegang saham ritel maupun institusi lainnya yang memegang saham AUTO saat ini.









