Jakarta – PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) mencatatkan penambahan jumlah saham beredar secara signifikan sebagai dampak dari eksekusi konversi Obligasi Wajib Konversi (OWK).
Aksi korporasi ini melibatkan tiga entitas perusahaan yang melakukan penukaran obligasi menjadi saham dalam kurun waktu dua hari, yakni 1 hingga 2 September 2026.
Total saham baru yang diterbitkan melalui mekanisme tersebut mencapai 17.201.582.062 lembar saham.
Berdasarkan data keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (2/9/2026), dua entitas utama yang terlibat adalah PT BTEL Internasional Singapura dan PT Surya Ganesa Amani.
PT BTEL Internasional Singapura tercatat melakukan konversi OWK dengan porsi terbesar, yakni sebanyak 16.143.540.000 saham.
Di sisi lain, PT Surya Ganesa Amani mengonversi OWK mereka menjadi 1.056.098.062 saham.
Secara akumulatif, kedua perusahaan tersebut telah menerbitkan 17.199.638.062 saham baru pada pelaksanaan tanggal 1 September 2026.
Proses konversi berlanjut pada hari berikutnya, yakni 2 September 2026.
Laporan dari Ficomindo Buana Registrar menunjukkan keterlibatan satu perusahaan tambahan, yaitu PT Global Indonesia Komunikatama.
Perusahaan tersebut melakukan eksekusi konversi OWK sebanyak 1.944.000 saham.
Dampak dari rangkaian aksi konversi selama dua hari tersebut mengubah struktur jumlah saham emiten telekomunikasi ini secara drastis.
Sebelum adanya aksi konversi ini, jumlah saham beredar PT Bakrie Telecom Tbk tercatat sebanyak 44.646.321.473 saham.
Setelah seluruh proses konversi tuntas, total saham beredar perusahaan meningkat menjadi 61.847.903.535 saham.
Langkah konversi OWK ini merupakan bagian dari kewajiban perseroan dalam memenuhi struktur permodalan melalui instrumen utang yang dapat dikonversi.
Penambahan jumlah saham beredar ini secara langsung akan memengaruhi porsi kepemilikan saham di dalam perusahaan.
Para pemegang saham dan investor publik perlu mencermati perubahan jumlah saham beredar ini terhadap valuasi perusahaan ke depannya.
Hingga saat ini, pihak manajemen PT Bakrie Telecom Tbk belum memberikan pernyataan lebih lanjut mengenai rencana penggunaan modal hasil konversi tersebut.
Namun, keterbukaan informasi yang disampaikan ke otoritas bursa memastikan bahwa seluruh prosedur telah sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Aksi korporasi ini terjadi di tengah dinamika pasar modal Indonesia yang sedang berupaya menjaga stabilitas indeks harga saham gabungan.
Investor diharapkan terus memantau pembaruan data terkait jumlah saham yang tercatat di bursa seiring dengan berlanjutnya proses konversi di masa mendatang.
Seluruh data mengenai jumlah saham baru dan identitas perusahaan yang melakukan konversi telah tercatat resmi dalam sistem administrasi efek.
Hal ini memberikan transparansi bagi para pelaku pasar mengenai perubahan komposisi saham di PT Bakrie Telecom Tbk.










