Jakarta – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) secara resmi memperluas portofolio bisnisnya di luar sektor batubara melalui akuisisi penuh atas perusahaan tambang mineral asal Australia, Loyal Metals Ltd.
Langkah strategis ini dieksekusi melalui anak usaha perseroan yang berbasis di Australia, yakni Bumi Resources Australia Pty Ltd (BRA).
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis pada Senin (7/9/2026), BRA telah merampungkan pembelian 175.710.515 lembar saham Loyal Metals Ltd pada 4 September 2026.
Volume saham tersebut merepresentasikan 100% kepemilikan atas seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh pada perusahaan target.
Nilai total transaksi akuisisi tersebut tercatat sebesar Rp1.004.742.244.136,50 atau setara dengan AUD 79.069.731,75.
Direktur BUMI, R.A. Sri Dharmayanti, dalam dokumen keterbukaan informasi menegaskan bahwa transaksi ini menempatkan BRA sebagai pemegang saham tunggal di Loyal Metals Ltd.
Dampak langsung dari aksi korporasi ini adalah perubahan status perusahaan di bursa efek Australia.
Merujuk pada catatan resmi perusahaan target, perdagangan saham Loyal Metals Ltd di Australian Securities Exchange (ASX) telah dihentikan sejak penutupan pasar pada 25 Agustus 2026.
Pihak perusahaan kini tengah memproses permohonan penghapusan pencatatan saham atau delisting dari daftar resmi ASX.
Proses penghapusan tersebut dijadwalkan berlaku efektif pada hari ini, Senin (7/9/2026), tepat pukul 17.00 waktu setempat (AWST).
Ekspansi ini merupakan bagian dari upaya transformasi bisnis BUMI yang berfokus pada diversifikasi ke sektor non-batubara.
Langkah ini diambil di tengah tren positif kinerja keuangan perusahaan yang menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang tahun 2026.
Pada kuartal II-2026, BUMI berhasil mencatatkan laba bersih sebesar US$ 35 juta.
Angka tersebut melonjak 43,7% secara kuartalan (QoQ) dan melesat hingga 1.266,2% secara tahunan (YoY).
Kinerja solid pada kuartal kedua ini turut mendorong laba bersih semester I-2026 menjadi US$ 59 juta, atau naik 188,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi pendapatan, BUMI mengantongi US$ 449 juta pada kuartal II-2026, meningkat 7,5% secara kuartalan dan 36,4% secara tahunan.
Pencapaian pendapatan semester I-2026 mencapai US$ 867 juta, tumbuh sebesar 27,9% secara tahunan.
Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan volume produksi batubara Arutmin sebesar 29,6% serta kenaikan harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) sebesar 17,5% secara tahunan.
Penjualan batubara pada kuartal II-2026 mencapai 19,8 juta ton, dengan kontribusi utama dari Arutmin dan KPC.
Harga jual rata-rata batubara juga naik menjadi US$ 67,1 per ton, meningkat 14,5% dari kuartal sebelumnya.
Saat ini, BUMI menerapkan dua strategi utama, yakni ekspansi ke sektor emas dan optimalisasi efisiensi di sektor batubara.
Sebelum mengakuisisi Loyal Metals Ltd, BUMI telah memulai operasi di sektor emas melalui Wolfram Limited sejak akhir Mei 2026.
Wolfram Limited, yang juga berbasis di Australia, saat ini fokus pada pemrosesan stockpile dengan kadar emas sekitar 0,78 gram per ton.
Perseroan menargetkan produksi dari sektor ini mencapai 15.000 ton setara tembaga sepanjang tahun 2026.










