Jakarta – PT Inti Mas Bangun Sejahtera (IMBS) kembali memperpanjang periode penawaran tender sukarela atas saham PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR).
Langkah strategis tersebut diambil sebagai bagian dari upaya konsolidasi IMBS dalam memperkuat posisi sebagai pengendali perusahaan.
Berdasarkan data terbaru, periode penawaran ketiga kini diperpanjang dari 27 Agustus hingga 18 September 2026.
Harga penawaran tetap dipatok pada angka Rp523 per saham.
Dalam aksi korporasi ini, IMBS membidik kepemilikan maksimal sebanyak 994,442 juta saham.
Jumlah tersebut setara dengan 35% dari total seluruh saham yang diterbitkan oleh KETR.
Jika seluruh saham yang ditawarkan berhasil terserap, nilai transaksi ini diperkirakan mencapai Rp520,09 miliar.
Respons pasar terhadap dinamika ini terpantau cukup aktif pada perdagangan sesi pertama Jumat (28/8/2026).
Saham KETR tercatat mengalami lonjakan harga sebesar 10,97% ke level Rp860 per saham.
PT Ketrosden Triasmitra Tbk sendiri merupakan pemain lama di industri infrastruktur telekomunikasi yang telah beroperasi sejak 1994.
Perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 November 2022.
Fokus utama bisnis perseroan mencakup pengembangan, pembangunan, serta pengelolaan jaringan kabel fiber optik, baik di darat maupun bawah laut.
Portofolio infrastruktur mereka meliputi proyek-proyek skala besar seperti Jakarta-Singapore, Surabaya-Denpasar, hingga sistem kabel laut Indonesia Tengah.
Secara operasional, lini bisnis KETR dibagi menjadi tiga pilar utama.
Pilar pertama adalah developer, yang berfokus pada pembangunan sistem jaringan fiber optik untuk konektivitas jangka panjang.
Pilar kedua adalah managed service, yang memberikan kontribusi pendapatan berulang melalui kontrak pemeliharaan jaringan.
Pilar ketiga adalah kontraktor, yang menyediakan jasa pembangunan sistem komunikasi fiber optik bagi berbagai mitra.
Manajemen KETR sebelumnya telah memasang target pendapatan sebesar Rp1,01 triliun untuk tahun 2026.
Target ini mencerminkan optimisme pertumbuhan sekitar 35% dibandingkan capaian pendapatan tahun 2025 yang sebesar Rp750 miliar.
Namun, realisasi kinerja keuangan perusahaan pada semester I-2026 menunjukkan tantangan tersendiri.
Merujuk pada data BEI, KETR mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp390,85 miliar pada semester pertama tahun 2026.
Angka tersebut mencerminkan penurunan sebesar 24,46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp517,42 miliar.
Penurunan pendapatan juga berdampak pada perolehan laba bruto yang tercatat sebesar Rp175,64 miliar, turun 23,75% dari tahun sebelumnya.
Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga terkoreksi menjadi Rp61,89 miliar.
Capaian ini turun signifikan dibandingkan periode semester I-2025 yang mencatatkan laba sebesar Rp127,54 miliar.
Akibatnya, laba per saham dasar KETR ikut tertekan, turun menjadi Rp21,78 per saham dari sebelumnya Rp44,89 per saham.










