Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan pada Jumat (11/9/2026) dengan pelemahan signifikan sebesar 0,72 persen ke level 6.541,37.
Tren negatif ini menandai penurunan indeks selama tiga hari berturut-turut di Bursa Efek Indonesia.
Secara kumulatif, IHSG telah terkoreksi sebesar 1,43 persen dalam kurun waktu satu pekan terakhir.
Pergerakan indeks sepanjang hari Jumat terpantau fluktuatif, berada pada rentang antara level 6.462 hingga 6.552.
Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan volume transaksi mencapai 30,46 miliar saham dengan nilai perputaran uang sebesar Rp14,73 triliun.
Sentimen negatif mendominasi pasar, terlihat dari jumlah saham yang melemah mencapai 453 emiten.
Sementara itu, hanya 183 saham yang berhasil mencatatkan penguatan dan 153 saham sisanya ditutup stagnan.
Tekanan utama terhadap indeks disinyalir berasal dari aksi jual masif oleh investor asing.
Berdasarkan data pasar, investor asing mencatatkan nilai jual bersih atau net sell sebesar Rp690,39 miliar pada perdagangan Jumat saja.
Akumulasi jual bersih investor asing selama satu pekan penuh tercatat mencapai angka Rp2,70 triliun.
Fenomena ini menjadi faktor pemberat utama yang menghalangi laju IHSG untuk bertahan di zona hijau.
Namun, di balik aksi jual besar-besaran tersebut, pelaku pasar asing tidak serta-merta melepas seluruh portofolio mereka.
Terdapat pola selektif di mana investor asing justru melakukan akumulasi pada sejumlah saham tertentu sepanjang pekan.
Sektor komoditas tampak mendominasi daftar saham yang paling banyak diborong oleh investor asing.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi saham dengan nilai net buy terbesar, yakni mencapai Rp650,03 miliar.
Posisi berikutnya ditempati oleh PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan nilai beli bersih sebesar Rp415,45 miliar.
Saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) juga mencatatkan akumulasi asing senilai Rp305,99 miliar.
Selanjutnya, PT Timah Tbk (TINS) mencatatkan net buy sebesar Rp203,89 miliar.
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turut menjadi sasaran beli dengan nilai Rp131,08 miliar.
Selain itu, investor asing juga mengakumulasi saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar Rp117,52 miliar.
Sektor perbankan juga tetap mendapat perhatian, dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan net buy sebesar Rp103,44 miliar.
Melengkapi daftar sepuluh besar, terdapat PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dengan Rp85,86 miliar.
Lalu PT United Tractors Tbk (UNTR) sebesar Rp82,79 miliar dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) senilai Rp76,5 miliar.
Kondisi pasar yang masih dibayangi aksi jual asing ini menuntut investor domestik untuk lebih cermat dalam menentukan strategi investasi.
Fluktuasi yang terjadi menunjukkan bahwa pasar masih dalam fase penyesuaian terhadap sentimen makroekonomi yang berkembang.
Para pelaku pasar kini tengah mencermati apakah tren net sell asing ini akan terus berlanjut pada pekan perdagangan mendatang.










