Tangerang – Industri waralaba nasional mencatatkan tonggak sejarah baru dengan dominasi jumlah brand lokal yang kini melampaui pemain asing.
Pergeseran tren ini menjadi sorotan utama dalam pembukaan FLEI Business Show 2026 ke-27 dan Café & Brasserie Expo Indonesia (CBE) ke-9 di NICE PIK 2, Tangerang, yang berlangsung hingga Minggu, 11 Oktober 2026.
Data Kementerian Perdagangan per Agustus 2026 menunjukkan jumlah Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) untuk brand lokal telah mencapai 169 unit.
Angka tersebut sukses mengungguli jumlah STPW brand asing yang tercatat sebanyak 163 unit.
Pencapaian ini menandai perubahan drastis dibandingkan satu dekade lalu, di mana porsi brand asing masih mendominasi pasar domestik hingga 70 persen.
“Brand waralaba lokal kini telah sejajar, bahkan mulai melampaui brand asing dari sisi jumlah pendaftaran. Ini menunjukkan kepercayaan pasar terhadap brand dalam negeri terus meningkat,” ujar Ketua Umum WALI, Levita G. Supit, dikutip dari pernyataan resmi asosiasi.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan bahwa pemerintah berkomitmen mendorong standar bisnis lokal agar mampu bersaing di panggung global.
“Industri waralaba memiliki peran penting dalam memperluas kesempatan berusaha dan menggerakkan perdagangan dalam negeri,” ujar Budi Santoso, sebagaimana dikutip dari laman resmi kementerian.
Pameran FLEI dan CBE sengaja diselenggarakan secara simultan untuk menciptakan ekosistem bisnis yang komprehensif bagi para pelaku usaha.
President Director Panorama Media, Royanto Handaya, menjelaskan bahwa integrasi kedua pameran ini bertujuan menghubungkan mata rantai bisnis dari hulu ke hilir.
“Kami menghadirkan kedua pameran ini berdampingan karena kebutuhan pasarnya saling terhubung. Investor yang menemukan konsep usaha di FLEI juga membutuhkan pemasok dan peralatan di CBE,” kata Royanto Handaya, dikutip dari siaran pers penyelenggara.
Untuk memperkuat penetrasi ke pasar regional, FLEI tahun ini menggelar International Business Summit yang melibatkan pelaku usaha dari enam negara.
Negara-negara yang berpartisipasi meliputi Indonesia, Thailand, Filipina, Singapura, Vietnam, dan Malaysia.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor KADIN Indonesia, Juan Permata Adoe, menilai banyak brand kuliner dan kopi lokal kini memiliki daya saing tinggi untuk berekspansi ke pasar luar negeri.
“Yang dibutuhkan adalah akses jejaring dan mitra yang tepat, dan forum seperti International Business Summit membuka peluang tersebut,” ujar Juan Permata Adoe, dikutip dari laporan media terkait.
Sementara itu, CBE difokuskan untuk mendukung operasional bisnis kafe dan restoran dengan mempertemukan pengusaha dengan pemasok peralatan serta bahan baku berkualitas.
Ketua Umum DPP ASKI, Irsan Yumeno, mencatat bahwa pertumbuhan pesat kedai kopi di Indonesia berdampak positif pada peningkatan permintaan biji kopi lokal.
“Semakin banyak pelaku usaha kafe yang menggunakan kopi Nusantara, semakin besar nilai tambah yang kembali ke hulu,” tutur Irsan Yumeno, dikutip dari keterangan tertulis asosiasi.
Selain FLEI dan CBE, pengunjung juga mendapatkan akses ke Indonesia Outing & Incentive Travel Expo (IOITE) ke-2.
Kegiatan ini didukung oleh PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sebagai mitra perbankan resmi yang menyediakan berbagai insentif transaksi bagi pengunjung.
Seluruh rangkaian pameran dibuka untuk umum setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB.










