Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak dengan penguatan terbatas pada perdagangan hari ini, Senin (12/10/2026).
Analis memproyeksikan indeks akan menguji level resistance di angka 6.150.
Sentimen pasar masih dibayangi oleh aksi jual bersih atau net sell asing yang mencapai Rp 142 miliar pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.
Sebelumnya, IHSG berhasil ditutup menguat sebesar 1,04% ke level 6.093,76 pada Jumat (9/10/2026).
Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyatakan bahwa pergerakan indeks hari ini akan sangat bergantung pada kemampuan menembus level resistance tersebut.
“Level support IHSG berada di rentang 6.000-6.050 dan resistance 6.150-6.200,” ujarnya dalam riset tertulis, Senin (12/10/2026).
Ia menambahkan, apabila indeks gagal menembus level resistance 6.150, maka potensi koreksi kembali ke kisaran 6.000 tetap terbuka lebar.
Para pelaku pasar disarankan untuk tetap memperhatikan dinamika volume perdagangan dan arus modal asing yang masih cenderung keluar.
Menyikapi kondisi pasar tersebut, BNI Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi saham bagi investor untuk diperhatikan pada sesi perdagangan hari ini.
Untuk emiten PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), analis menyarankan strategi buy if break di level Rp 670.
Target harga untuk RAJA dipatok pada kisaran Rp 685 hingga Rp 695, dengan batasan risiko atau cutloss di bawah Rp 655.
Sementara itu, untuk saham PT Timah Tbk (TINS), investor disarankan melakukan speculative buy di area Rp 4.400-Rp 4.450.
Target harga jangka pendek untuk TINS berada di Rp 4.520-Rp 4.560, dengan catatan cutloss dilakukan jika harga menembus di bawah Rp 4.400.
Selanjutnya, PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) mendapatkan rekomendasi speculative buy pada rentang harga Rp 458-Rp 468.
Target harga ASLI diproyeksikan mencapai Rp 476-Rp 480 dengan level cutloss di bawah Rp 456.
Emiten PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) disarankan untuk strategi buy on weakness pada area beli Rp 238-Rp 270.
Target harga untuk DOOH berada di Rp 278-Rp 290, dengan cutloss jika harga turun di bawah Rp 236.
Untuk PT Indosat Tbk (ISAT), investor disarankan melakukan speculative buy di area Rp 2.100-Rp 2.120.
Target harga ISAT berada di level Rp 2.160-Rp 2.190, dengan cutloss di bawah Rp 2.100.
Terakhir, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) direkomendasikan dengan strategi buy if break Rp 1.560.
Target harga MAPI ditetapkan pada Rp 1.580-Rp 1.615 dengan cutloss di bawah Rp 1.510.
Para investor diharapkan tetap disiplin dalam menerapkan strategi cutloss untuk meminimalisir risiko volatilitas di pasar modal.
Pemantauan terhadap level-level teknikal yang telah disebutkan menjadi krusial mengingat IHSG masih dalam fase pencarian arah yang cukup menantang.









