Jakarta – PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) secara resmi mengumumkan rencana aksi korporasi besar berupa penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) I atau rights issue.
Perusahaan menargetkan perolehan dana hingga Rp 27,1 triliun melalui penerbitan sebanyak 215,096 miliar saham baru.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang diterbitkan pada Senin (14/9/2026), setiap saham baru tersebut ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp 126 per lembar.
Nilai nominal saham yang ditetapkan adalah Rp 100 per saham, yang merepresentasikan 99,79% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah aksi korporasi berlangsung.
Mekanisme pembagian hak ini menetapkan bahwa setiap pemegang 100 saham FORU yang tercatat pada 23 September 2026 pukul 16.00 WIB berhak atas 46.235 HMETD.
Satu HMETD memberikan hak kepada pemegang saham untuk membeli satu saham baru dengan harga Rp 126 per lembar.
Dominasi partisipasi dalam aksi ini datang dari pemegang saham pengendali, IMR Asia Holding Pte Ltd (IMR AH), yang saat ini menguasai 76,81% saham perusahaan.
IMR AH berkomitmen untuk melaksanakan hampir seluruh haknya, yakni sebanyak 165,217 miliar HMETD.
Strategi yang digunakan oleh pengendali tersebut adalah mekanisme inbreng atau penyetoran modal dalam bentuk selain uang.
Aset yang diserahkan dalam skema inbreng tersebut berupa 49% kepemilikan IMR AH di PT Borneo Prima (BP), yang terdiri dari 10.780 saham Seri A.
Nilai total aset yang dialihkan mencapai Rp 20,817 triliun, sehingga pelaksanaan rights issue oleh pengendali dilakukan melalui penyetoran aset, bukan seluruhnya dalam bentuk tunai.
Manajemen FORU telah memastikan bahwa seluruh rencana ini telah mendapatkan restu melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
Investor dapat memperdagangkan HMETD di dalam maupun di luar Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode tujuh hari kerja.
Jadwal perdagangan dan pelaksanaan HMETD akan dimulai pada 25 September 2026 dan berakhir pada 6 Oktober 2026.
Saham baru hasil pelaksanaan hak tersebut dijadwalkan mulai dicatatkan di BEI pada 25 September 2026.
Penting bagi investor untuk memperhatikan jadwal cum-right di pasar reguler dan negosiasi yang ditetapkan pada 21 September 2026, diikuti dengan ex-right pada 22 September 2026.
Untuk pasar tunai, cum-right jatuh pada 23 September 2026 dan ex-right pada 24 September 2026, dengan recording date pada 23 September 2026.
Distribusi prospektus dan surat bukti HMETD (SBHMETD) akan dilakukan pada 24 September 2026.
Batas akhir pembayaran pemesanan saham tambahan ditetapkan pada 7 Oktober 2026.
Proses penjatahan saham serta penyerahan saham hasil pelaksanaan HMETD akan rampung pada 8 Oktober 2026.
Apabila terdapat sisa dana pemesanan, pengembalian kepada investor dijadwalkan berlangsung pada 9 Oktober 2026.
Seluruh HMETD yang tidak digunakan oleh pemegang saham hingga periode berakhir akan dinyatakan tidak berlaku secara hukum.










