Jakarta – Harga emas dunia dan emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) diprediksi akan bergerak fluktuatif sepanjang pekan ini, mulai Senin (19/10/2026).
Dinamika pasar logam mulia tersebut dipengaruhi oleh kombinasi faktor geopolitik global, arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat, serta fluktuasi nilai tukar rupiah.
Data Bloomberg mencatat harga emas spot ditutup pada level US$ 4.165 per ons troi pada Jumat (16/10/2026), atau mengalami koreksi tipis sebesar 0,14 persen.
Sementara itu, harga emas batangan Antam untuk pecahan 1 gram terpantau stabil di angka Rp 2.572.000 pada Minggu (18/10/2026).
Analis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyatakan bahwa tensi geopolitik di Eropa Timur dan Timur Tengah masih menjadi katalis utama bagi pergerakan harga emas.
Konflik antara Rusia dan Ukraina, ditambah dengan ketegangan di Selat Hormuz, dinilai berpotensi mengganggu rantai pasokan energi global.
Gangguan tersebut diperkirakan akan memicu kenaikan harga minyak mentah yang secara tidak langsung memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya, Minggu (18/10/2026), menegaskan bahwa ketidakpastian geopolitik kemungkinan besar akan terus berlanjut.
“Walaupun Trump selesai sebagai presiden, kemungkinan besar masih akan terus panjang peperangan di Eropa Timur,” ujarnya.
Dari sisi kebijakan moneter, pasar kini tengah menantikan keputusan Federal Reserve (The Fed) terkait suku bunga acuan dalam pertemuan Oktober 2026.
Ibrahim memproyeksikan bank sentral AS tersebut cenderung akan mempertahankan tingkat suku bunga saat ini.
Keputusan untuk menahan suku bunga dinilai akan memberikan sentimen positif bagi aset aman seperti emas.
“Bahwa mempertahankan suku bunga ini akan bermanfaat juga ya bagi harga emas dunia maupun logam mulia,” tambah Ibrahim.
Di pasar domestik, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memiliki korelasi langsung dengan harga emas Antam.
Pelemahan mata uang rupiah cenderung menekan harga emas domestik untuk naik, meskipun harga emas dunia sedang stagnan.
Sebaliknya, penguatan rupiah dapat menjadi faktor yang meredam potensi kenaikan harga emas di pasar dalam negeri.
Berdasarkan analisis teknikal, Ibrahim memperkirakan harga emas dunia akan bergerak dalam rentang US$ 4.076 hingga US$ 4.297 per ons troi pada pekan ini.
Untuk emas batangan Antam, rentang harga diproyeksikan berada di kisaran Rp 2.490.000 hingga Rp 2.640.000 per gram.
Lebarnya rentang proyeksi tersebut menunjukkan adanya potensi volatilitas yang signifikan dalam waktu dekat.
Investor disarankan untuk memantau dengan cermat perkembangan situasi geopolitik serta dinamika kebijakan moneter global sebelum melakukan transaksi.
Selain faktor eksternal, stabilitas pasar keuangan domestik juga menjadi variabel penting yang memengaruhi minat investor terhadap aset logam mulia.
Kondisi ekonomi makro global yang belum menentu menuntut kehati-hatian ekstra bagi para pelaku pasar emas.










