Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan lonjakan signifikan pada perdagangan Kamis, 20 Agustus 2026.
Indeks utama bursa domestik ini berhasil melesat 1,68 persen dan parkir di level 6.501,58.
Kenaikan tersebut terjadi setelah pasar mengalami tekanan jual pada sesi perdagangan sebelumnya.
Data yang dihimpun dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa reli ini didorong oleh penguatan merata di seluruh sektor saham.
Sektor Barang Baku memimpin laju pertumbuhan dengan kenaikan mencapai 3,46 persen.
Sektor Barang Konsumer non-primer menyusul dengan apresiasi sebesar 2,16 persen.
Sektor Perindustrian turut memberikan kontribusi positif dengan penguatan sebesar 2,15 persen.
Selain itu, sektor Keuangan dan Teknologi masing-masing mencatatkan kenaikan sebesar 1,49 persen dan 1,44 persen.
Sektor Energi juga mencatatkan performa yang cukup solid dengan kenaikan sebesar 1,26 persen.
Sektor Properti dan Real Estate menguat 1,21 persen, diikuti oleh sektor Kesehatan sebesar 0,98 persen.
Sektor Transportasi dan Logistik serta Infrastruktur melengkapi daftar penguatan dengan kenaikan masing-masing sebesar 0,64 persen dan 0,17 persen.
Aktivitas perdagangan di lantai bursa terpantau cukup ramai dengan total volume mencapai 42,93 miliar saham.
Nilai transaksi harian yang dibukukan oleh para pelaku pasar mencapai angka Rp 14,95 triliun.
Secara keseluruhan, sentimen positif mendominasi pergerakan harga saham emiten.
Terdapat sebanyak 452 saham yang ditutup di zona hijau atau menguat.
Sementara itu, sebanyak 190 saham mengalami pelemahan dan 150 saham lainnya stagnan.
Meskipun indeks mencatatkan reli yang impresif, aliran modal asing di pasar saham menunjukkan aksi jual bersih pada sejumlah emiten berkapitalisasi besar.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan nilai jual bersih asing tertinggi, yakni sebesar Rp 106,95 miliar.
Posisi kedua ditempati oleh PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) dengan nilai jual bersih Rp 55,35 miliar.
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menyusul dengan angka jual bersih asing sebesar Rp 48,15 miliar.
Selanjutnya, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat nilai jual bersih sebesar Rp 47,24 miliar.
PT Indosat Tbk (ISAT) juga masuk dalam daftar dengan nilai jual bersih Rp 42,59 miliar.
Investor asing turut melepas saham PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp 41,15 miliar.
Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 40,97 miliar.
PT Timah Tbk (TINS) mengalami tekanan jual asing sebesar Rp 38,27 miliar.
PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatat nilai jual bersih Rp 29,07 miliar.
Terakhir, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mencatatkan nilai jual bersih asing sebesar Rp 22,29 miliar.
Kondisi pasar hari ini menunjukkan optimisme investor domestik yang mampu menutupi aksi ambil untung oleh pemodal asing di beberapa saham unggulan.










